KITA SEMUA BERSAUDARA DALAM KRISTUS
24 January 2023
Selasa, 24 Januari 2023
Hari Ketujuh Pekan Doa Sedunia
Pw St. Fransiskus dr Sales
Ibrani 10:1-10
Mazmur 40:2,4ab,7-8a,10,11
Markus 3:31-35
Siapa ibuku dan siapa saudara-saudaraku?… “Ini ibuku dan ini saudaraku! Barang siapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraku laki-laki, dialah saudaraku perempuan dan dialah ibuku.
Mrk 3:21
Fransiskus de Sales yang kita peringati hari ini hidup pada abad ke-17, saat umat kristiani di Landa Pepecahan, mulainya Gereja-Gereja Protestan. Ia menawarkan diri pergi ke salah satu daerah yang berbahaya di Perancis untuk membawa kembali orang-orang katolik yang memisahkan diri menjadi protestan. Ayahnya menentang keras dan mengatakan bahwa sudah menjadi sesuatu yang buruk baginya mengijinkan Fransiskus menjadi Imam. Ia tidak mengijinkannya pergi dan wafat sebagai martir. Tetapi Fransiskus percaya bahwa Tuhan akan melindunginya maka ia dan sepupunya, pastor Lois De Sales berjalan kaki menempung perjalanan ke daerah Chablais. Kedua Imam itu segera merasakan bagaimana menderitanya hidup dengan menghinaan dan menganiayaan. Hidup mereka senantiasa berada dalam bahaya melalui perjuangan mereka, umat, sedikit demi sedikit kembali ke peluan gereja Katolik.
Apakah kita memiliki perlindungan yang kuat dari bahaya setan dan kejahatan? Yesus membebaskan mereka yang di kuasai dan ditindas oleh Roh Jahat. Ia mengusir Roh Jahat yang di antara mereka. Yesus dapat mengalahkan kejahatan mereka berkat ketaatan mereka kepada Bapa.
Musuh kita adalah setan. Setan selalu menggoda agar kita meninggalakn Iman dan kepercayaan kitaa kepada Allah. Yesus mengingatkan kita bahwa tidak ada satupun yang netral di dunia ini. Kita akan menerima atau menolak Yesus. Kita memilih untuk masuk kerajaan Allah atau Kerajaan Kegelapan. Jika kita ingin bebas dari dosa dan setan, maka kita harus bersama dengan Yesus Tuhan dan penyelamat.(LIS)
DOA: Tuhan semoga iman kami kepadamu semakin kokoh kuat berkat relasi pribadi kami dengan Mu. Amin.
JANJI: ‘Siapa IbuKu dan siapa saudara-sau dara Ku?.(Mrk 3:33)
PUJIAN: Fransiskus De Sales lulus dari universitas dengan gemilang. Karena terpengaruh ajaran Kalvinis tentang predestinasi (takdir), Fransiskus percaya baahwa ia ditakdirkan masuk neraka. Akan tetapi ia berpendirian: ”Kalau saya tidak di ijinkan mencintai Tuhan di akhirat, sekurang-kurangnya saya akan berusaha sekuat tenaga mencintai-Nya di dunia ini”. Orang tuanya sudah membayangkan, betapa cerah karier anaknya. Tetapi mereka kecewa sekali, ketika Fransiskus tiba-tiba memberitahukan niatnya untuk menjadi imam. Mereka menghalanginya. Tapi keputusan Fransiskus tetap tak tergoyahkan. Dan akhirnya mereka mengijinkan juga. Setelah ditahbiskan imam Fransiskus menjadi Pastor di suatu wilayah yang sangat berat bahkan berbahaya, yaitu Chablais. Hampir seluruh penduduk tempat itu meninggalkan Gereja katolik dan memeluk Kalvinisme. Fransiskus bertugas mengembalikan mereka sebanyak mungkin ke pangkuan Gereja. Ini memerlukan ketekunan dan keberanian besar. Dengan membawa kitab suci, buku ibadah harian, ia diterima oleg seorang saudara sepupu mengetuk setiap pintu. Tetapi semua rumah, semua hati tertutup rapi. Ia di tolak mentah-mentah, bahkan dihina dan diancam. Fransiskus pantang menyerah. ‘Siapa yang berkhotbah dengan cinta, seruannya akan didengarkan’, mottonya. Dan benar! Empat tahun kemudian sebagian besar penduduk yang berjumlah hampir 72.000 orang itu bertobat. Fransiskus kemudian diangkat menjadi uskup Geneva (Swiss). Ia mulai membenahi keuskupan yang sulit itu, mengadakan visitasi dan mendirikan seminari. Terhadap kaum sesat dan para pendosa sikapnya sangat baik, sehingga ada yang mengatakan:”Fransiskus Sales pasti masuk surga. Tetapi saya khawatir, sikapnya sebagai uskup dapat mencelakkan dia.” Fransiskus dengan tenang menjawab: Ah, saya lebih suka mempertanggungjawabkan kepada Tuhan sikap baik hati daripada terlalu keras. Bukankah Tuhan itu cinta? Bapak adalah Yang Mahamurah; Putera adalah anak Domba; Roh Kudus adalah Burung Dara,- si lemah lembut. Dan apakah anda lebih tahu daripada Tuhan?” Pada waktu itu Fransiskus berjumpa dengan suster Jeanne-Francoise de Chantal. Kemudian mereka mendirikan Serikat Visitasi yang cepat tersebar luas. Di salah satu biara Serikat itulah ia meninggal di Lyon. Ia mengarang banyak buku demi karya pentobatan.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ