KITA TIDAK SENDIRIAN 

19 November 2019

 

S A T U   P E R J A M U A N

Edisi  NOVEMBER 2019

 

Selasa, 19 November 2019

2 Makabe 6: 18-31

Mzm 3:2 – 7

Lukas 19: 1-10

 

“Banyak orang yang bekata tentang aku: ‘Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah’. Tetapi Engkau, ‘Engkau adalah perisai yang melindungi aku” --- Mazmur 3:3-4

 

PARA LAWAN Pemazmur dengan kata-kata mengejek dan melecahkannya. Mereka mengatakan bahwa keadaan tak tertolong lagi – tak ada harapan ! Itu adalah senjata tajam iblis untuk menggodai kita agar kita berputus asa. “Kamu tak akan dapat melakukan ini dengan usaha dan kekuatanmu sendiri. Tak mungkin bisa. Berhentilah. Lepaskan saja!” hal ini sering kita dengar, agar kita menyerah saja tanpa harapan. Itulah ‘hoax’, Bohong Besat!  Dibisikkan kepada telinga kita: “Engkau terlempar hidup di bumi ini, sendirian. Tak ada gunanya mencoba mencari pertolongan!”

Tetapi pemazmur lebih yakin akan apa yang diimaninya. Ia percaya , kalau ia berdoa, ia merasa Tuhan Allah mendengarkannya. Ia percaya kalau ia tidur, nanti ia akan bangun kembali. Ia merasa dijagai dipelihara dan dilindungi. Maka ia sama sekali tak merasa takut. Ada Tuhan Allah yang menyertai dan menjaganya.

Waktu malaikat Gabriel mendatangi Maria, diawali dengan ucapan ‘salam’ dan malaikat mengatakan “Tuhan menyertai engkau” (Luk 1:28). Ucapan malaikat kepada Maria itu dalam Liturgi selalu dipakai mengawali Ibadat Ekaristi, “Tuhan sertamu!”. Dan terdapat tujuh ‘ucapan salam lainnya’ dengan isi pokok yang sama: ‘Tuhan menyertai kita’. Sering dipakai  juga ucapan Paulus dalam mengawali suratnya, “Kasih karunia, damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita, Yesus Kristus, bersertamu” (1 Kor 1:3). Atau juga dari surat rasul dan penulis Injil Yohanes, yang hampir sama bunyinya,  “Kasih karunia, rahmat, dandamai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Putra-Nya, Yesus Kristus, besertamu” (2 Yoh 3). Kita tidak sendiri. Sebagaimana Pemazmur, marilah kita ‘tidak percya akan kebohongan’ itu, tetapi sebaliknya marilah kita setiap hari meyakinkan diri kita sendiri bahwa kita tidak sendiri. Allah itu selalu menyertai kita – Allah ada di dalam hati kita – di dalam diri kita. Allah bertindak lewat orang –orang lain  menyapa, memelihara, menjaga  dan melindungi kita.

           

Doa: Bapa, jagailah diriku jangan sampai aku kehilangan kasih penyertaan-Mu!

Janji: “Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.” --- Lukas 19:6

Pujian: Sutomo yang mulai bekerja di sebuah kantor, tiap pagi bangun dan berdoa syukur dan mohon penyertaan Tuhan di dalam kegiatannya baik sewaktu di rumah maupun di kantor.

 

Disusun oleh suatu Team

Di bawah koordinasi dan tanggung jawab Rm. Subroto Widjojo SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.