KOMUNIKASI DEMI KESATUAN

21 May 2023

Minggu, 21 Mei 2023

HARI Minggu Paskah  VII

Hari Komunikasi Sedunia

Kis. 1: 12-14;

Mzm. 27: 1,4,7-8a;

1 Ptr. 4: 13-16

Yoh. 17: 1-11a.


“Pada Perjamuan Akhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, ‘Bapa’ “telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau”. --- Yoh. 17:1.


Setelah kenaikan Tuhan Yesus, Gereja tidak lagi seperti anak ayam kehilangan indukya. Selain Tuhan sendiri yang menjanjikan Roh Kudus, para murid juga bertekun untuk hidup dalam persatuan dan sehati dalam doa. Cara hidup mereka menampilkan gambaran ideal tentang hidup Gereja, yaitu jemaat yang satu iman, satu hati dalam doa dan kebersamaan. Dalam kebersamaan itu pula sangan kentara bahwa Gereja memang adalah kepunyaan Allah, yang selalu dijaga-Nya.

Kita yang adalah bagian dari Gereja Kristus yang sama dipanggil untuk mengupayakan hidup bersama yang satu iman dan satu hati. Terutama pada zaman yang sangat diwarnai koflik, polarisasi, politik identitas, diskriminasi, dan bentuk-bentuk keterpisahan lain, persatuan Gereja Kristus sungguh menjadi kesaksian yang bermakna besar bagi dunia. Kita juga dipanggil untuk senantiasa berdoa supaya kasih Tuhan sungguh menggerakkan seluruh bangsa manusia agar bisa hidup dalam semangat kesatuan dan persaudaraan. (Obor)

 

DOA: “Anugerahilah kami, ya Bapa, semangat persatuan”. Amin.

JANJI : “Ya Bapa, peliharalah mereka dalam Nama-Mu, supaya mereka menjadi satu seperti kita.” Yoh 17: 11.

PUJIAN : Dalam Amanat agung, Yesus menyuruh para  Rasul pergi ke seluruh dunia dan mewatakan Injil. Dalam budaya Yunani dan Romawi saat itu , seni berpidato dikembangkan. Ini disebut Budata Lisan. Dalam era Gereja Perdana, Gereja menggunakan budaya lisan dalam mewartakan Kabar Gembira dan mengajarkan Iman Kristiani.  Ini berlangsung berabad, sampai ditemukan mesin cetak, di abad pertengahan. Umumnya disebut Revolusi Guttenberg. Pewartaan dan pengajaran, selain secara lisan, ditunjang oleh budaya cetak yang berupa, buku, majalah dan surat kabar. Sewaktu arus listrik, diketemukan, pewartaan kembali kr budaya lisan yang didukung oleh sarana atau media komunikasi, yang berupa ‘pengeras suara, ada radio kaset, film, foto-copy dst. Dan sekarang kita masuk ke era elektronik. Pewartaan dan pengajaran iman lewat media ‘Digital  atau on-line. Kita mengajar, berkotbah, lewat on-line, dengan video dll. Media Komunikasi Sosial semakin canggih. Gereja tidak boleh ketinggalan dalam memahami dan memanfaatkan media sosial yang semakin canggih ini, untuk pewartaan Injil dan datangnya Kerajaan Allah.***

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.