KOMUNIO, SANTAPAN PERSATUAN

17 September 2018

Senin, 17 September 2018

1 Korintus 11:17-26

Mazmur 40:7-9, 10, 17

Lukas 7:1-10

 

“... perbuatlah ini menjadi  peringatan akan Aku” --- 1 Korintus 11: 24

 

EKARISTI ATAU MISA sudah setua Gereja sendiri. Dalam hidup menggereja, sewaktu zaman Gereja Perdana, dilaporkan oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul, antara lain berbunyi “ ...Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa” (Kis2:41-42).

Belum ada gedung gereja seperti kita, maka pertemuan-pertemuan umat dilakukan di rumah-rumah umat bergantian. Persatuan mereka sebagai ungkapan se-iman kepercayaan. Kebersamaan dalam ‘pemecahan roti’ atau ber-Ekaristi adalah ungkapan sekaligus tali kesatuan umat seiman. Mereka menyambut buah perjamuan sebagai ‘communio’ atau Komuni – tanda dan sarana kesatuan. Kesatuan antar umat beriman dengan Kristus dan kesatuan antara umat ber-iman sendiri yang merarayakan Ekaristi.

Pemecahan roti di rumah-rumah umat dalam Gereja Perdana umumnya dilanjutkan dengan ‘makan bersama’ Dan dalam hal inilah dalam perkembangannya timbul kepincangan. Umat yang kaya makan makanan mewah dan enak, dan sebagian besar makan makanan sederhana. Ada saja yang kaya mau berbagi dengan yang miskin, tetapi umumnya sebagian umat itu miskin makan ala kadarnya. Dan ada beberapa yang rakus sampai kekenyangan dan mabuk-mabuk. Dan inilah yang dikritik habis-habisan oleh Paulus dalam surat bacaan hari ini. “Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.” (1 Kor 11:22).

Kalau kita tidak mengenal latar belakangnnya apa yang terjadi, teguran Paulus tadi sangat asing bagi telinga kita! Bagi kita sekarang ikut hadir ber-Ekaristi dan menyambut Komuni, ini mendorong kita akan kesatauan dan kebersamaan dalam hidup bersama dalam masyarakat. Di sinilah pangkal kita untuk berbagi makan dan minum bersama, dan dijaga jangan sampai ada yang memperoleh banyak dan ada yang tidak mendapatkan apa-apa: berbagi agar ‘sama rasa – sama rata’. Pesan jelas

Pesan Kesatuan dan hidup sederahana sehingga semua tetap dapat hidup wajar.

Sekarang Gereja tidak melayani makan minum sesudah Misa. Cukup Ekaristi: menyambut Komuni – Santapan Kesatuan! Selain Misa, Ekaristi juga disebut Perjamuan – dan hasil  Perjamuan adalah Komuni yang kita sambut bersama: untuk kebersamaan kita persatuan dan kesatuan kita dalam iman dan hidup di bumi ini.

Mari kita datang mengahadiri Misa yang kita jadikan kenangan akan Dia, bukan untuk memohon terpenuhi keinginan kita.

Doa: Ya Roh Kudus, Sumber Persatuan, semoga apapun yang kami lakukan, apa itu makan ataupun minum, kami lakukan guna megumpulkan anak-anak Allah yang tersebar dalam satu kesatuan .

Janji: “Piala ini adalam Perjanjian Baru, yang dimeteraikan oleh Darah Kristus, perbuatlah ini, setiap  kali kamu meminumnya , menjadi peringatan akan Aku”--- 1 Korintus 11: 25

Pujian: Harini kita perinati Santo Robertus Bellarmnus. Dia ikut memperjuangakan kesatua dengan Gereja, dan juga kesatuan di dalam Gereja sendiri. Para mahasiswanya banyak yang menjadi misionaris ke luar negeri dan menjadi martir.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.