KONSEKUENSI MENJADI MURID 'ANAK MANUSIA'

09 August 2021

Senin, 9 Agustus 2021

St. Theresia Benedikta Dari Salib

Ulangan 10:12-22

Mazmur 147:12-15, 19-20

Matius 17:22-27


“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Matius 17:22


BACAAN INJIL hari ini terdiri dari dari dua perikop yang tak ada hubungannya. Yang pertama tentang ‘nubuat kedua akan penderitaan-Nya’ (ay. 22-23), dan kedua tentang membayar pajak (ay. 24-27). Kita tahu bahwa Yesus memberitakan tentang ‘Diri-Nya akan mengalami sengsara sampai tiga kali’ :

? Pertama (Mat 16:21; Mrk 8:31; Luk 9:44).

? Kedua (Mat 17:22-23; Mrk 9:31; Luk 9:44).

? Ketiga (Mat 20:17-19; Mrk 10:32-34; Luk 18:31- 33).

Sejak Yesus tampil di muka umum, Ia telah memberikan banyak harapan serta impian akan kehidupan umat Israel yang semakin jauh lebih baik. Harapan itu, setidaknya diungkapkan dalam sukacita dan kegembiraan ketika para murid dan pengikut Yesus menyaksikan banyak mukjizat yang diadakan-Nya. Yesus menampilkan diri-Nya dengan julukan ‘Anak Manusia’. Maka setelah sekian waktu tampil, Ia-pun lalu bertanya kepada para murid: “Kata orang siapakah Anak Manusia itu?” (Mat 16:13-14). Selanjutnya Yesus bertanya langsung kepada para murid-Nya sendiri: ‘Siapakah Aku ini?’. Dan Petruslah menjawab ‘Siapa Yesus itu’. Yesus lalu buka kartu bahwa Diri-Nya akan menderita sengsara, wafat dan bangkit.

Sebagai ‘Anak Manusia’, Yesus memiliki kuasa mengampuni dosa (Mrk 2:10). Ia-pun menyatakan Diri-Nya sebagai “Tuhan atas hari Sabbat” (Mrk 2:28). Dan juga bahwa Dia akan datang di akhir zaman dalam kemuliaan-Nya sebagai Hakim yang mengadili umat manusia (Mat 16:27; Mrk 8:38).

Pada akhir Nubuat akan derita-Nya yang pertama, Yesus menantang para murid-Nya (dan juga kita) : “Setiap orang yang mau mengikuti Akau, ia harus menyangkal dirinya, memanggul salibnya dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (Mat 16:24-25). 

Dan pada akhir Nubuat akan derita-Nya yang ketiga, Ia tegaskan pentingnya, kerendahan hati dan pelayanan sebagai murid-murid-Nya: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat 20:26- 28).

Semua karya pelayanan Yesus dengan mewartakan Kerajaan Allah, menyembuhkan orang sakit dan memberikan makan kepada orang yang lapar serta membangkitkan orang mati, –termasuk juga pemberitaan-Nya akan sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya–, itu semua semakin menegaskan tumbuh-berkembangnya iman akan Yesus, sang Anak Manusia, bagi para murid serta para pengikut Yesus. Karena janji penyertaan-Nya bersama sampai akhir zaman, memampukan kita memikul konsekuensi menjadi pengikut sang Anak Manusia. (GGL)

DOA: “Ya Yesus, kami mengucap syukur karena Engkau senantiasa menguatkan iman dan pengharapan kami melalui misteri sengsara, wafat dan Kebangkitan-Mu.”

JANJI: “Berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan yang kusampaikan kepadamu hari ini, supaya baik keadaanmu.” Ulangan 10:13

PUJIAN: Kita peringati pesta St. Theresia Benedikta dari Salib (1891-1942). Nama asli Edith Stein, filosof Yahudi, atheis dan dosen. Menjadi katolik, 1922, masuk biara Karmel. Lewat dia, kita kenal Salib Kristus, dengan cara saling menguatkan dan menghibur satu sama lain yang sedang mengalami kesusahan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.