KORBAN KEBENCIAN

04 April 2020

Sabtu, 4 April 2020


Yehezkiel 37:21-28

MT Yeremia 31:10-13

Yohanes 11:45-56


"Dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa."  – Yohanes 11:50


KEJADIAN AMAT ajaib yang dilakukan Yesus dengan membangkitkan Lazarus di Betania dipersoalkan oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi. Mereka berpendapat: tidak mungkin lagi untuk memperkenankan Yesus melanjutkan pekerjaan-Nya tanpa pengawasan, sebab jika tidak demikian lebih banyak lagi orang-orang yang akan mengikuti Dia. Maka Mahkamah Agama dipanggil berkumpul untuk membicarakan keadaan demikian.

Mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat?" Sebab orang itu membuat banyak mujizat...Dia banyak pengikut-Nya...kita bisa kehilangan kehormatan diri dan bangsa kita? Mari kita buat sesuatu untuk mencegah-Nya. Tetapi seorang diantara mereka, yaitu Kayafas, Imam besar pada saat itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa." (Yoh 11:50)

Dan Yesus menjadi korban kebijakan politik religious, korban kebencian dan iri hati dari para pemuka bangsa Yahudi. Iri hati dan kecemburuan, hidup dalam tokoh religious orang Yahudi. Mereka menolak Yesus dan bahkan berencana untuk membunuh-Nya.

Perasaan seperti ini masih sering ada dalam hati banyak orang, juga saat ini. Bila orang merasa tersaingi, akan tereliminasi, lalu muncul niat buruk dalam hatinya untuk menolak, mempersulit dan bahkan melenyapkannya. Orang sering terperangkap oleh emosi, nafsu, egoisme, kepentingan-diri, martabat dan status yang diagungkan, kuasa yang dibanggakan sehingga kita tidak dapat melihat kebaikan orang lain, keberhasilan dan kesuksesan mereka. Kita antipati, mengatur siasat dengan mengorbankan seseorang, dengan jalan memotong jalan hidup orang lain.

Bagaimanakah dengan kita?

Besok adalah Hari Minggu Palma. Mari kita membuka hati dan menanggalkan segala sifat-sifat kita yang tidak baik. Saat ini saat yang ber-rahmat. Kita akan menyambut Yesus Kristus, Juru Selamat, Raja Kebenaran dan Kebijakan yang menjadi teladan hidup kita. (PIN)


DOA : Tuhan Yesus Kristus, sulit bagi kami untuk dapat mengalahkan sifat-sifat buruk yang timbul karena kesombongan diri dan iri hati. Bantulah kami agar menjadi orang yang rendah hati. Amin.

JANJI : "Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan domabnya!" – Yeremia 31:10

PUJIAN : Daud adalah Raja yang diberkati dan berkenan di hati Allah. Ia rendah hati, setia, taat, murah hati dan pemaaf. Waktu jatuh dalam dosa, ia bertobat.


Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.