KOREKSI DARI YESUS

20 April 2021

Selasa, 20 April 2021 

Kisah Para Rasul 7:51 - 8:1a

Mazmur 31:3cd-4. 6.7b.8a. 17. 21ab

Yohanes 6:30-35


"Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”---Yohanes 6:35

 

YESUS TIDAK MENYALAHKAN orang mencari makan. Dia hanya mengoreksi bila orang bekerja untuk makanan yang dapat binasa. Orang-orang Yahudi juga mau menerima koreksi itu, tetapi dengan syarat, asalkan Yesus mau memberi tanda yang bisa dilihat, serta harus seperti yang dibuat oleh Musa di padang gurun: memberikan manna, roti dari Allah (lih.Kel. 16:15). Syarat ganda tersebut terkait dengan kepercayaan para rabbi Yahudi, yaitu bahwa saat Messias datang, ia akan memberi manna dari surga. Maka, kalau Yesus itu sungguh-sungguh Messias, Dia harus bisa seperti Musa, memberi roti hidup.

Terhadap keyakinan semacam itu, Yesus memberikan tiga koreksi. Pertama, manna itu bukan karya besar Musa. Pemberi manna adalah Allah, seperti ditulis oleh Kitab Suci (lih. Kel.16:15; Neh.9:15; Mzm. 78: 23-24; 105:40).  Kedua, manna yang diberikan oleh Musa bukanlah ‘roti yang benar’. “Roti yang benar adalah yang memberi hidup kepada dunia” (Yoh.6:33). Ketiga, Yesus bukan pemberi roti, tapi Dia adalah Roti Hidup itu sendiri. 

Yesus, Roti Hidup, adalah pusat dan penentu hidup kekristenan. Ini juga menjadi keyakinan Bunda Teresa dari Kalkuta (1910-1997) ketika ditanya berapa biara yang dimiliki oleh tarekatnya? “Kami punya 584 tabernakel!”, jawab beliau. Artinya, bagi Bunda Teresa, jumlah biara bukan yang paling penting. Yang paling utama dan bernilai adalah tabernakelnya, tempat kehadiran Sakramen Mahakudus, karena di situlah sumber dan pusat kehidupan. Secara tidak langsung, Bunda Teresa menunjukkan, hidup badaniah, yang tampak dan bisa dihitung ini, itu tidak penting. Yang utama adalah hidup batiniah kita, seperti dikatakan oleh Paulus. “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah, dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1 Kor. 3:16; 6:19-20).

Maka, bila ingin bertumbuh dalam hidup kasih, kembalilah ke Ekaristi, kembalilah ke adorasinya, dalam silence-nya.  Mengapa? “The fruit of silence is prayer, the fruit of prayer is faith, the fruit of faith is love, the fruit of love is service, the fruit of service is peace”, ungkap Ibu Teresa. (WIT)

 

DOA: “Ya Bapa yang Mahabaik, bawalah diri kami untuk selalu mengandalkan diri pada makanan rohani, yaitu Roti Hidup Putra-Mu, Yesus Kristus”.

JANJI: “Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu,  Engkau akan menuntun dan membimbing aku” ---Mazmur 31:4.

PUJIAN: Protokol perjalanan pastoral Paus Yohanes Paulus II (YP II) selalu ‘wanti-wanti’ kepada panitia tempat yang akan dikunjungi Paus: “Jangan buat perjalanan beliau ke acara melewati kapel dengan Sakramen Mahakudus. Beliau pasti akan mampir, dan acara akan ‘molor’”. Sakramen Mahakudus memang menjadi magnet kehidupan YP II. Itulah anugerah Ilahi yang diberikan kepadanya, sehingga dalam setiap kunjungan pastoralnya--melalui permohonan rahmat pertobatan dan pengampunan dari Allah--, selalu terjadi perubahan di tempat itu. 

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.