KUASA IMAN

17 April 2020

Jumat, 17 April 2020

 

Kisah Para Rasul 4:1-12

Mazmur 118:1-2, 4, 22-27a

Yohanes 21:1-14


"Ketahuikah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam Nama Yesus Kristus, orang Nasaret, yang telah kamu salibkan, tetapi telah dibangunkan oleh Allah dari antara orang mati - dan oleh karena Yesus itulah orang berdiri dengan sehat sekarang ini didepan kamu" – Kisah para Rasul 4:10


ORANG YANG hidup dalam udara iman, ia tinggal di daerah mukjizat. Oleh karena itulah Yesus pernah bersabda kepada para murid-Nya, “Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi,  maka hal itu terjadi baginya” (Mrk 11:23-24).

Petrus dan Yohanes memiliki iman seberani itu sampai mereka dapat menyembuhkan orang yang lumpuh itu. Dan oleh karena itu, mereka berdua diserahkan ke hadapan Majelis Sanhedrin untuk diadili. Petrus dan Yohanes malah mau mewartakan Injil kepada para anggota Majelis itu yang mendakwanya. Bayangkan mereka berdua dipenjara semalam dan pagi berikutnya menghadapi kemungkinan mau dijebloskan ke penjara lagi. Bagi Petrus tak ada pilihan lain kecuali mewartakan Injil. Ia nyatakan hanya dalam Nama Yesus ada keselamatan.

Allah ingin agar kita semua ini mengetahui bahwa bisa memiliki iman yang seberani itu seperti ke dua rasul itu. Kita ini juga dapat memiliki iman di zaman sekarang ini seperi Ibu (Santa) Teresa dari Kalkuta, sewaktu dia pertama kali mengambil seseorang hampir mati di pinggir jalan di Kalkuta. Suster Teresa ini dulunya tak tahu sama sekali apa yang disimpan dan disediakan oleh Allah baginya. Tetapi suster ini percaya sewaktu merasa terpanggil untuk pergi ke India dan iapun menanggapinya. Ia melakukan sesuatu di dalam iman, sampai-sampai lahirnya sebuah Kongregasi baru yang mendedikasikan diri untuk pelayanan orang termiskin dari yang miskin dan terpinggirkan. Semua terjadi karena tindakan iman. Ibu Teresa menjadi saksi hidup dari kuat kuasa Injil. 

Dan kita? Bagaimana kita akan memberi kesaksian akan Allah zaman sekarang ini?

  • Dengan menyapa orang yang sendirian karena tersisihkan oleh sesama ?
  • Menunjukkan rasa dan sikap tenang di tengah situasi hiruk pikuk yang melelahkan?
  • Dengan menunjukkan senyum, sikap ramah yang membesarkan hati kepada sesama di kantor atau di lingkungan tetangga kiri kanan?

Kalau hal itu telah menjadi kebiasaan sehari-hari, Roh Kudus tentu akan menunjukkan bagaimana kesaksian akan Allah dapat diperluas dan menjangkau lebih banyak orang. Mungkin anda akan masuk ke suatu komunitas yang berpelayanan berkunjung ke pasien di rumah sakit, ke panti-wredha atau ke warga-binaan di penjara-penjara? Untuk mendampingi pembinaan ‘Orang Muda Katolik’ (OMK)? Untuk pelayanan selalu ada tempat. Pelayanan di bidang liturgi di greja dan bidang pastoral di Lingkungan. Pelayanan dalam masyarakat umum. Semua terbuka.

Biarlah Roh Kudus menuntun anda dan menasihati anda dengan keberanian iman seperti Petrus dan Yohanes.

 

DOA : Ya Roh Kudus, semoga kata-kata dan perbuatanku menjadi keluhuran bagi Nama Yesus

JANJI : “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik” – Mazmur 118:1

PUJIAN : Dengan senyum yang menyapa, keluarga Dardjo membangun jembatan komunikasi dengan tetangga sebelah kiri, kanan dan depan, yang berbeda suku dan  agama.


Penanggungjawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.