LAKUKANLAH YANG BAIK
13 November 2018
Selasa, 13 November 2018
St. Stanislaus Kostka, Biarw
Titus 2:1-8,11-14
Mazmur 37:3-4,18,23,27,29
Lukas 17:7-10
"Yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.” --- Titus 2:14
SATU PERBUATAN baik, atau teladan perilaku yang baik apapun, lebih banyak mengajar tentang kasih Allah daripada ratusan khotbah. Pernyataan tersebut sangat mengena di hati, manakala menyaksikan orang banyak berbondong-bondong untuk mendengarkan firman Tuhan, dari satu tempat ke tempat yang lain demi memuaskan rasa dahaga dan laparnya, namun berdiam diri saat melihat penderitaan orang lain yang membutuhkan uluran tangan.
Tuhan Yesus mengajarkan Anda dan saya untuk berbuat baik kepada sesama, terutama mereka yang sangat menderita. Mungkin karena sakit fisik sehingga membutuhkan perhatian moril dan materiel; atau batinnya yang terluka yang bisa disembuhkan lewat empati yang kita berikan kepadanya; atau bisa juga karena faktor kemiskinan yang dia derita sebagai dampak belum adanya kesempatan berkontribusi dalam pekerjaan; atau yang terbeban akibat dosa yang dia lakukan, dan lain sebagainya. Mereka semua membutuhkan uluran tangan kasih Allah, yang melalui Anda dan saya, dapat disembuhkan. Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan pada kita untuk membuang atau menyingkirkan mereka dari hidup ini. Dengan tegas rasul Paulus menyatakan : “Yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik” (Tit 2:14)
Kesempatan yang Tuhan berikan pada kita untuk melakukan segala kebaikan seperti yang telah Dia ajarkan, merupakan anugerah yang luar biasa. Kita dapat mewujudkan kasih Allah kepada sesama sehingga mereka dapat merasakan kemurahan dan kebaikan Allah, tanpa perlu dengan untaian kata-kata berbicara tentang Tuhan, namun dengan perbuatan yang tulus ikhlas, tanpa mengharapkan pujian manusia ataupun supaya dilihat orang. Kita hanya perlu melakukan apa yang harus kita lakukan sesuai perintah Tuhan Yesus, “Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata : Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan” (Luk 17:10).
Tuhan kita adalah Allah yang setia. Dia tak pernah lalai akan janji-Nya. Dia selalu menepati janji-Nya buat kita yang setia melakukan perintah-Nya. Pemazmur melukiskannya demikian: “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu” (Mzm 37:3-4).
Marilah kita berlomba-lomba memenuhi hidup ini dengan perbuatan baik seperti yang diajarkan Tuhan Yesus, bukan untuk kepuasan diri Anda dan saya, namun semata-mata hanyalah untuk kemuliaan Tuhan. Terpujilah Allah selama-lamanya. Amin. (LP)
Doa: Tuhan Yesus, mampukanlah diriku melakukan segala kebaikan seperti yang telah Engkau ajarkan.
Janji: “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu” --- Mazmur 37:3-4
Pujian: Santo Stanislaus Kostka, Pelindung Wisma Novisiat para frater Yesuit, kita kenang dan peringati tanggal ini. Pendek hidupnya, tetapi memiliki kehidupan religius yang mendalam. Keberaniannya memutuskan untuk menjadi seorang calon Imam Yesuit, apapun resiko dan konsekuensi yang ia harus bayar, telah menjadikan dirinya sebagai model dan cermin dari kesempurnaan hidup religius. Memiliki sifat yang saleh, rendah hati, sederhana dan patuh.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ