LANGIT TERBUKA

17 April 2018

Selasa, 17 April 2018

Kisah Para Rasul 7:51 - 8:1a

Mazmur 31:3cd-4,6ab,7b,8a,17,21ab

Yohanes 6:30-35

 

“Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah” --- Kisah Para Rasul 7: 56

 

SUATU KISAH yang heroik. Dalam bahasa Yunani, “???????’ berarti mahkota! Stefanus menyampaikan kata-kata teguran pedas kepada Mahkamah Agama. Para ahli Taurat dan pemuka agama menjadi marah sekali. Merekapun lalu merajam Stefanus dengan melempari  batu sampai mati! Tetapi sebelum itu terjadi, saat-saat akhir hidupnya, Stefanus berucap, bahwa dia ‘melihat kemuliaan Allah dalam penglihatan terbuka.’

Kita sering membaca kata-kata Stefanus dan pernyataannya tentang ‘penglihatannya yang baru dan mendalam’ yang ia alami beberapa menit sebelum ajalnya. Bagaimana kalau kita memandang peristiwa itu dari sudut yang lain ?

Tentu kita yakin itu bukanlah pertama kali Stefanus memperoleh penglihatan tentang kemuliaan Tuhan. Bisa saja Stefanus sendiri sebenarnya belum pernah melihat dan menyaksikan sosok Yesus Kristus secara jasmani. Tetapi bisa saja Stefanus sudah beberapa kali melihat dan menyaksikan pribadi Yesus dengan cara yang lain, sebelum peristiwa ini terjadi.

Dalam Kitab Perjalanan Para Rasul , Lukas menggambarkan Stefanus sebagai seseorang yang “penuh iman dan Roh Kudus”. Ini berarti Stefanus sudah dikenal di kalangan orang-orang  Yahudi yang berada dalam komunitas kristiani pertama, sebelum ia dipilih untuk menjadi salah satu ‘diakon’ guna tugas pelayanan (Kis 6: 5). Karena hidup rohaninya begitu dewasa, maka ia disebut oleh Lukas, sebagai seorang yang ”penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak” (Kis 6: 8). Stefanus telah belajar bagaimana mempercayai Allah dan mengalami  bagaimana ‘langit’ terbuka bagi dirinya.

Apa yang dialami Stefanus mungkin berbeda sekali dengan pengalaman kita. Tetapi hal itu tidak harus selalu demikian. Istilah adanya “Langit terbuka” bukan hanya untuk orang-orang besar santo santa dan martir dalam Gereja. Artinya adalah bahwa berkat Salib Yesus, halangan antara Allah dan umat-Nya,  - antara surga dan bumi – telah dihapuskan. Artinya, kita-kita yang percaya dan yang dibaptis dapat melihat Yesus setiap hari lewat doa-doa kita dan saat kita membaca dan merenungkan Kitab Suci. Kita bisa mengalami langit (‘surga’) terbuka, bila  merasakan kasih-Nya dan bila kita mendapatkan rahmat untuk berbagi kasih-Nya dengan sesama di sekeliling kita.

Itulah rahasia keberanian Stefanus di saat ajalnya. Dengan mencari janji-Nya  akan surga terbuka di hari-hari yang ceria, ia mampu menemukan Tuhan di kala saat pahit di mana ia sangat membutuhkan bantuan-Nya.

Begitu pula kita. Yesus kehendaki agar kita membuka diri kita sehingga kita dapat melihat, menyaksikan dan mengalami-Nya karena merasakan kasih-Nya yang luar biasa.

Doa: Terima kasih ya Yesus, karena Engkau berkenan mewahyukan Diri kepadaku. Tolonglah diriku supaya aku dapat menatap-Mu dari dekat  tiap hari.

Janji: “Jadilah bagiku gunung batuku tempat perlindunganku!” --- Mazmur 31: 3

Pujian: Susianti yang menderita sakit berminggu-minggu dan tak kunjung sembuh. Ibu rohaninya memintanya untuk menerima sakitnya itu memohon bantuan Tuhan untuk mampu menanggungnya. Dan sewaktu ia menerima sakitnya, ia merasa lega, dan perlahan rasa sakit lenyap. Sembuhlah dia.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.