LAYAKKAH ENGKAU MARAH?
06 October 2021
Rabu, 6 Oktober 2021
Yunus 4:1-11
Mazmur 86:3--6, 9-10
Lukas 11:1-4
“... ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami ...” Lukas 11:4
KISAH YUNUS, sebagai nabi yang dipanggil dan diutus Allah memang menarik, dramatik dan membuat tegang . Ia adalah salah satu dari 12 nabi kecil. Kitabnya termasuk tipis, terdiri dari tiga bab dan berisi 48 ayat.
Perutusan Yunus sebagai seorang nabi dari awal, tengah dan akhir kisah itu bernada dramatik. Mengapa? Karena ia sempat melarikan diri dari panggilan Tuhan untuk menyampaikan firman-Nya ke umat di kota Niniwe. Namun, siapa yang bisa berlari dari hadapan Tuhan yang Mahabesar? Ke manapun Yunus pergi, tangan Tuhan menjangkaunya. Melalui pengalaman penolakan dengan melarikan diri, dilempar ke laut dan ditelan ikan besar, dan akhirnya Yunus menyerah pada perintah Tuhan. Ia melakukan tugasnya itu, dan apa yang terjadi? Sekali ini Yunus dibuat kecewa, kesal dan marah, karena apa yang dia sampaikan sesuai firman Tuhan, tidak terjadi sama sekali: malapetaka ! Niniwe bertobat dan Tuhan membatalkan niat-Nya memusnahkan kota besar itu. Yunus marah!
Dalam tugas panggilan kita, tak jarang kita pun marah pada Tuhan. Kita merasa sudah melakukan apa yang ditugaskan pada kita, namun proses yang dihadapi bersama dengan orang lain, tidaklah seperti yang kita bayangkan. Kita jadi kecewa, sedih dan marah karena menganggap Tuhan membiarkan keadaan itu, sementara kita sudah berusaha melakukan yang terbaik. "Layakkah engkau marah?” Demikianlah firman Tuhan kepada Yunus dan juga kepada kita saat ini.
Kita harus ingat bahwa Tuhan Mahakasih. Dan salah satu ujudnya ialah pengampun. “Ia mengampuni orang-orang Niniwe yang bertobat!” . Jiwa pengampunan ini senada dengan Doa Bapa Kami yang Yesus ajarkan, sebagaimana kita baca dalam Injil hari ini, “...ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami.. .” Kita mengampuni bukan hanya 7 kali, tetapi 70 kali tujuh kali, sebab pengampunan Tuhan itu tanpa batas.
Sudah selayaknya kitapun meneladani Tuhan yang mengampuni kita lebih dahulu, agar kita pun diampuni.
DOA: Tuhan, jadikan aku pribadi yang berharga di Mata-Mu dengan mau dan dengan mudah mengampuni bila tersakiti.
JANJI: “Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.” Mazmur 86:5
PUJIAN: Santa Maria Frances dari Lima Luka Yesus (1715-1791), mengalami perlakuan kasar dari ayahnya. Ia dicambuk ketika menolak lamaran dari seorang pemuda bangsawan yang kaya karena memilih hidup suci dan mempertunangkan diri dengan Yesus Sang Pengantin Surgawinya. Meskipun menderita akibat ulah ayahnya, ia memohon kepada Tuhan untuk menanggung penderitaan kematian dan api penyucian ayahnya yang sedang menghadapi kematian. Dan Tuhan mengabulkannya.
Oleh: MB Lanawati Pelupessy
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ