LEBIH DARI YUNUS, LEBIH DARI SALOMO
12 October 2020
Senin, 12 Oktober 2020
Galatia 4:22-24, 26-27, 31-5:1
Mazmur 113:1-2, 3-4, 5a, 6-7
Lukas 11:29-32
“...kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.” ---- Lukas 11:29-30
DALAM BACAAN Injil hari, ini, Yesus berbicara kepada orang yang mengerumuni-Nya, yang menyangsikan martabat ‘kenabian’ dari Yesus. Untuk percaya, mereka meminta tanda (Luk 11:29; Mat 12: 38). Dan Yesus sama sekali tidak mau memberi ‘tanda’ selain dari tanda Yunus.
- Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe
Ketika Yunus diminta Tuhan untuk mewartakan rencana-Nya dan menyerukan pertobatan kepada orang Niniwe - musuh orang Israel, ia berusaha lari dan menghindar dari tugas itu (Yun 1-3). Tetapi Tuhan mencegatnya dengan mendatangkan badai atas kapal yang ditumpangi Yunus, lalu Karenna undi, ia dibuang ke laut. Maka atas penentuan Tuhan datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus, dan ia tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Inilah yang Yesus katakan kepada mereka : pada hari ketiga Ia akan bangkit dari perut bumi.
- Anak Manusia akan menjadi tanda
Seperti Yunus menjadi ‘tanda bagi umat Israel’, di zaman pertobatan orang-orang Niniwe, demikian juga Yesus sebagai ‘Anak Manusia’ juga akan tinggal di perut bumi tiga hari lamanya, menjadi ‘tanda’ bagi orang-orang Israel, yakni ‘angkatan’ di zaman Yesus. Orang yang mengerumuni-Nya pasti sudah mendengar tentang berbagai mukjizat yang Yesus lakukan seperti kesembuhan, pengusiran setan, dan kebangkitan orang mati. Tetapi mereka tetap tidak mau percaya.
Demikian juga para pemuka agama yang telah mengetahui perkataan dan perbuatan Yesus, akhirnya menyaksikan Dia disalib dan dimakamkan dalam kubur yang ditutup rapat. Dan minggu-minggu berikutnya mereka mendengar kesaksian orang-orang yang telah melihat-Nya bangkit dari antara orang mati ! Tetapi apakah mereka percaya dan bertobat ? Tidak !
3. Hikmat Raja Salomo dipercaya
Raja Salomo, istana dan cara hidup kondang sampai manca negara. Ratu dari ujung Selatan datang guna menyaksikan kehebatan Salomo dan untuk mendengarkan hikmatnya, dan sang Ratu-pun mendengar, menyaksikan adan akhirnya percaya akan kehebatan hikmah Salomo.
Orang-orang Niniwe itu percaya dan bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus. Ratu dari Selatan-pun percaya dan bertobat, tetapi angkatan yakni – orang-orang zaman Yesus – tidak mau percaya dan tidak mau bertobat. Dan Yesus pun menegaskan bahwa Diri-Nya lebih dari “Yunus” maupun “Salomo”. “Sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada” ‘Yunus’ dan lebih dari ‘Salomo’ (Luk 11:32; Mat 11:42).
Orang Niniwe yang mendengarkan Sabda Tuhan yang disampaikan Yunus dan mereka percaya walaupun tidak melihat. Sedang orang-orang ‘angkatan’ zaman Yesus melihat pribadi Yesus sendiri, tetapi percaya.
Mereka mau percaya kalau ada tanda yang dapat mereka lihat. Tetapi Sabda Yesus “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya” (Yoh 20:29). (HS)
DOA: Bapa, teguhkanlah hati kami untuk tetap percaya akan Putra-Mu yang wafat disalib pada hari ketiga bangkit dari antara orang-orang mati. Dia-lah Penebus kami.
JANJI: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.”. -- Galatia 5:1
PUJIAN: Santo Wilfridus (634-709), Uskup Ripon – Northumbria, Inggris. Setelah menyelesaikan pendidikan di Roma, kembali ke Inggris, ia meluruskan tata cara liturgi di Inggris. Dia juga damai untuk umat yang pecah bertikai.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ