LEBIH JAUH MENGENAL YOHANES PEMBABTIS
29 August 2022
?Senin, 29 Agustus 2022
Wafatnya St, Yohanes Pembaptis
Yeremia 1: 17-19
Mazmur 71: 1-4, 5-6b, 15ab, 17
Markus 6: 17-29
“Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya”
Markus 6: 20
SETIAP AKHIR dari bacaan Injil dalam Misa, imam yang membawakan berseru sebelum membacakannya, “Inilah Injil Suci menurut …”. Dan setelah Injil dibacakan ‘Aklamasi’-nya, imam mengatakan dengan lantang “Demikianlah Sabda Tuhan!” (Sabda Tuhan ya Injil tersebut!). Kata ‘Injil’ dari bahasa Yunani “eu angelion”, artinya kabar baik, kabar gembira. Injil memang pada dasarnya ‘kabar gembira’ tentang ‘peristiwa Yesus, mukjizat-mukjizat dan apa yang dikatakan dan diajarkan Yesus.
Tetapi kita lalu bertanya, apakah bacaan Injil hari ini juga ‘kabar gembira’? Jelas tidak! Bagaimana mungkin:‘seorang yang baik dan saleh dibunuh? oleh seorang raja yang bengis! Dalam iman kita percaya, “jiwa orang benar ada di tangan Tuhan” (Keb 3:1). Yohanes Pembaptis telah bangkit dan hidup mulia bersama Allah.
Kita juga berangan-angan para tamu undangan pesta ulang tahun Herodes tentu kaget, sebab pesta dirayakan dengan pemenggalan kepala orang dan potongan kepala dipertontonkan di hadapan mereka. Dan hati Herodes sendiri juga sangat tidak tenang, rasa bersalah menghantuinya. Tentu masih terngiang di hatinya.
teguran Yohanes kepada dirinya, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu…”. Herodes benci tetapi dirinya mengakui Yohanes adalah “orang benar dan suci, jadi ia melindunginya, … ia merasa senang juga mendengarkan dia” (Mrk 6: 20).
Karena adanya rasa bersalah membunuh Yohanes yang suci itu dan hati Herodes masih selalu terombang-ambing, maka tak heran sewaktu Yesus yang namanya sudah terkenal muncul, dan orang-orang mengatakan “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati”, ia menjadi sangat gelisah. Ia berpikir Yohanes yang bangkit ini akan menuntut balas.
Hidup Herodes identik dengan ‘intrik’ dalam keluarga istananya, identik dengan kekerasan dan ketidakadilan. Bagi para pejuang keadilan dan anti kekerasan, tentu kaget akan peristiwa itu dan tidak bisa menerimanya! Tetapi yang penting dari peristiwa itu adalah bahwa ‘adanya dosa’ itu nyata. Sangat nyata. Dan Yesus diutus Allah Bapa datang ke bumi - yang dipersiapkan kedatang-Nya oleh Yohanes Pembaptis- ini tiada lain untuk membebaskan kita dari dosa. Yesus melakukanya lewat ajaran-Nya tentang kasih dan cinta serta pengorbanan dan pengampunan - dan lewat sengsara dan kematian sangat mengerikan, tetapi sekaligus itu membawa-Nya ke kebangkitan yang mulia.
Kesengsaraan dan kematian Yohanes Pembaptis ini mempersiapkan jalan sekaligus pra-lambang sengsara dan wafat Yesus sendiri, dan akhirnya bermahkotakan kebangkitan. Itu semua merupakan pengampunan dosa umat manusia dan kita-kita ini, terangkatnya kita menjadi anak-anak Allah serta terbukanya pintu surga bagi semua yang percaya kepada-Nya. Dan inilah Kabar Gembira atau Injil. (SW)
DOA : “Ya Yesus, Juru Selamatku, bersihkan diriku dari segala dosaku “
JANJI : “Aku mau, supaya sekarang juga engkau memberikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam! Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya” Markus 6: 25-26
PUJIAN: Dari kisah orang kudus dikatakan Ada 10 hal yang perlu kita ketahui tentang Yohanes Pembaptis ini:
- Yohanes Pembaptis itu adalah pribadi yang benar-benar ada;
- Pelayanan Yohanes Pembaptis berada di padang gurun :
- Beliau ada salah satu dari beberapa nabi padang gurun ;
- Baptis yang dilakukan oleh Yohanes berdasar upacara penyucian yang memang ada dalam tradisi Yahudi;
- Baptisnya menuntut pertobatan dan perubahan hidup dengan orientasi baru;
- Yohanes menantikan seorang tokoh lain sesudahnya;
- Yesus adalah salah seorang murid Yohanes Pembaptis;
- Yesus dan Yohanes Pembaptis bersama-sama mengemban perutusan Ilahi;
- Yesus dan Yohanes Pembaptis sama-sama ditangkap dan dihukum mati;
- Tidak hanya Gereja Katolik yang menyatakan dia itu kudus (Santo) tetapi juga beberapa denominasi Gereja non-katolik.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ