LEMBUTKANLAH HATI KAMI YA TUHAN 

12 December 2020

Sabtu, 12 Desember 2020                                                   

Sirakh 48:1-4, 9-11

Mazmur 80:2ac, 3b, 15-16, 18-19

Matius 17:10-13

 

“Dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” ----  Matius 17:12

 

KASIH ALLAH melampaui segala akal. Namun tak jarang umat Allah mengandalkan akal budinya sendiri dalam memahami rencana mulia Tuhan bagi manusia. Begitu banyak orang yang Tuhan pilih untuk membimbing manusia agar selalu percaya dan berada di jalan Tuhan, tapi karena kesombongan dan keegoisan diri, manusia seringkali terjatuh dan tidak peka akan kehendak Tuhan. Bapa yang Maha Mengerti, selalu mengutus orang-orang yang tepat untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam membimbing manusia dari waktu ke waktu.

Semasa hidupnya Nabi Elia berusaha untuk memberikan bimbingan dan pencerahan kepada bangsa Israel, yang merupakan bangsa pilihan Allah. Elia dikagumi oleh bangsa Israel. Sedangkan pada masa Yesus, tampillah Yohanes Pembaptis. Ia menyerukan pertobatan. Ia berusaha mengajak seluruh umat Allah untuk hidup di jalan Tuhan.

Jika manusia mengeraskan hatinya dan berpegang kepada pengertiannya sendiri, maka pertobatan sulit terjadi. Karena pengertian manusia bukanlah pengertian Allah. Sebaliknya manusia yang merendahkan hatinya untuk menghargai dan mencintai Tuhan Yesus Kristus, tidak akan melakukan hal-hal yang akan melukai hati Tuhan. Untuk itu, perlulah kita semua untuk meminta kepada Bapa Surgawi untuk melembutkan hati kita semua, sehingga karya Tuhan bisa hadir dalam hidup kita.  (LS)

 

DOA:  Bapa Surgawi, kami datang kepada-Mu, lembutkanlah dan  ubah hati kami sehingga kami dapat semakin mengerti     rencana mulia-Mu untuk kami semua.

JANJI: “Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia   memahkotai  orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.”  ---- Mazmur 149:4

PUJIAN: Bunda Maria memilih untuk selalu menjaga kelembutan hatinya. Kesediaannya untuk patuh pada  kehendak Bapa di surga merupakan suatu bentuk kerendahan hati dan iman yang hidup.

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.