LIKE FATHER LIKE SON

17 March 2021

Rabu, 17 Maret 2021

St. Patrisius; St. Gertrudis dari Nivelles

Yesaya 49:8-15

Mazmur 145:8-9, 13cd-14, 17-18

Yohanes 5:17-30


“Orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, ...karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri, dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.” Yohanes 5:18


DALAM KHAZANAH ajaran para rabbi Yahudi, ada tiga hal yang menjadi hak istimewa Allah, yang tidak diberikan kepada siapapun, yaitu hak untuk menurunkan hujan (lih. Ul. 28:12), hak membuka rahim (lih. Kej. 30:22) ,dan hak membangkitkan orang dari mati (lih. Yeh. 37:13). Kekuasaan atas alam, kodrat manusia, kematian dan kehidupan, adalah privilese Allah!

Melalui Yoh 5:17-30 ini, mau dikatakan bahwa Yesus mengerjakan semua, yang dikerjakan oleh Allah. ‘Like father like son’, “apa yang dikerjakan oleh Bapa, itu juga yang dikerjakan oleh Putra” (ay. 19). Pernyataan radikal ini membuat para pemimpin Yahudi makin berusaha untuk membunuh Yesus.

Namun, dari sisi lain, pernyataan ‘like father like son’ ini, mengungkapkan bahwa saat ini Messiah telah hadir di tengah-tengah kita. Kerajaan-Nya sudah dekat. Eskatologi telah terlaksana (ay.19- 25), dan bahkan sifatnya final (ay.26-30), seperti digambarkan dalam Dan.12:2-3: “orang-orang yang telah tidur dalam debu tanah, akan bangun … (dan) orang-orang yang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala”.

Apa artinya?

Bila kita ingin memahami bagaimana sikap Allah terhadap kedosaan kita, maka kita harus ‘memandang’ Yesus, yang “telah memikul dosadosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib” (1 Petr 2:24). Mau menerima Yesus berarti mau menerima corak kehidupan-Nya, memanggul salib dalam seluruh kehidupan, untuk kemudian bersama-Nya, bangkit dalam kemuliaan. (WIT)

DOA: “Ya Bapa yang Maharahim, ajarilah kami untuk makin menjadi serupa dengan Putra-Mu, Yesus Kristus, menjadi rendah hati dan berani mengosongkan diri, agar hanya kemuliaan-Mu saja, yang menjadi makin besar.”

JANJI: “Beginilah firman TUHAN: “Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali, dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka, yang sudah sunyi sepi.” Yesaya 49:8b

PUJIAN: St. Patrisius (389-461), Uskup dan Rasul Pelindung Irlandia, lahir di Inggris dari keluarga mapan. Namun, pada usia 16 tahun, ia diculik oleh perompak Irlandia dan dijadikan budak. Pada masa itulah, ia makin mendekatkan diri dengan Tuhan, dan mulai mencintai bangsa Iralandia yang belum mengenal Kristus. Setelah enam tahun diperbudak, ia berhasil meloloskan diri ke Prancis, dan masuk dalam pendidikan imamat. Setelah ditahbiskan, ia kembali ke Irlandia sebagai misionaris. Sebagai Uskup, ia kemudian membangun seluruh Gereja Irlandia dari nol, mulai dari pendidikan, gerakan sosial, dan pendirian gereja. Para pemimpin Iralandia pun akhirnya menjadi Katolik. ‘Senjata utamanya’ adalah doa dan puasa.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.