“LIP SERVICE”
15 December 2020
Selasa, 15 Desember 2020
Zefanya 3:1-2, 9-13
Mazmur 34:2-3, 6-7, 17-18, 19, 23
Matius 21:28-32
“Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata : Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu : Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.” --- Matius 21:28-29
KEBANYAKAN DARI kita mungkin pernah menjadi seperti si sulung dari perumpamaan tentang dua orang anak dalam Injil hari ini. Mengatakan ‘baik bapa” kepada ayah (sekarang “Siap!) tapi tidak melakukan apa yang diperintahkannya. Bukan karena tidak mampu tetapi tidak mau. Mulut kita mengatakan “Ya” tetapi di hati “Tidak”. Bicara tanpa ditindak lanjuti dengan ‘tindakan’, Orang sekarang mengatakan ‘Omdo’ atau ‘NATO’, ‘Omong doang’, ‘No Action Talk Only’.
Kita bisa saja menjawab “Ya” untuk sopan santun, atau untuk menyenangkan hati ! Tetapi nyatanya, kita tidak peduli bahwa sesungguhnya ayah kita layak untuk kita hormati dan taati dengan penuh kesadaran dan dengan tulus.
Sikap yang sama, seringkali kita lakukan terhadap Bapa Surgawi. Dia yang memberi kita hidup, mengasihi kita tanpa batas, yang tidak menyayangkan Anak Tunggal-Nya sendiri untuk menebus dan menyelamatkan kita. Kita mau enaknya saja, mengharap berkat dari-Nya, meminta pertolongan-Nya, mengaku sebagai anak-anak-Nya. Kita terima semua cinta-Nya tetapi kita sendiri hanya berpura-pura dalam mengasihi-Nya.
Kita mendengar firman-Nya, menaikkan puji-pujian bagi-Nya, menyanjung-nyanjung Dia, berdoa dengan kata-kata indah. Ttapi semua sia-sia, karena bukan itu yang dikehendaki-Nya. Yang Tuhan mau adalah kita melakukan kehendak-Nya. Pergi, bekerja menghasilkan buah. Bukan lip service belaka. Dan, satu hal yang harus kita sadari, bahwa Dia, Tuhan, Allah tidak bisa kita perdayai. Kesempatan untuk bertobat diberikan kepada kita selama hayat dikandung badan. Bila kita tetap tidak berubah, Dia adalah Allah yang tegas dan disiplin. Hukuman kekal akan dijatuhkan-Nya tanpa pilih kasih. Rasul Yakobus menegaskan dalam suratnya, ”Tetapi kamu hendaklah menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri (Yak 1:22). (VLB)
DOA: Allah Roh Kudus, Engkau senantiasa memanggil kami untuk bertobat dan memperbaiki kesalahan, hidup lebih baik dan benar seperti yang Allah Bapa kehendaki. Jamah dan baharuilah hati kami sehingga kami mampu menyenangkan hati Bapa baik melalui lisan maupun tindakan. Amin.
JANJI: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah” --- Matius 21:31.
PUJIAN: Setelah ada penjelasan dari malaikat, Perawan Maria langsung tanpa ragu menjawab : “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Selama hidupnya, Bunda Maria setia dengan panggilan tugas menjadi Bunda Kristus sampai di kaki salib.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ