LOYALITAS KEPADA YESUS
12 July 2021
Senin, 12 July 2021
Keluaran 1:8-14, 22
Mazmur 124:1-3, 4-6, 7-8
Matius 10:34–11:1
“Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya lakilaki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” Matius 10:37
SEORANG SAHABAT berceritera kepada saya tentang liburannya ke sebuah tempat hiburan margasatwa di daerah Puncak Bogor. Bersama keluarga besarnya, mereka pergi konvoi menggunakan mobil pribadi masing-masing. Hari itu adalah tanggal 24 Desember sehingga seluruh keluarga besar sepakat sepulang dari liburan akan Misa Malam Natal bersama di gereja terdekat.
Selesai berlibur seharian penuh, seluruh rombongan berencana menuju gereja. Ternyata dari sepuluh mobil hanya satu mobil saja yang berbelok ke arah gereja terdekat. Mobil tersebut adalah mobil sahabat saya bersama keluarganya. Ketika ia mengetahui hanya mobilnya sendiri yang berbelok, ia menelepon rombongan keluarga lainnya. Jawaban yang didapat adalah mereka semua lelah, mengantuk, dan ada orang yang dituakan dalam keluarga mengambil keputusan untuk pulang sehingga mobil lainnya mengikuti.
Pada masyarakat Yahudi di zaman Yesus, ikatan keluarga jauh lebih erat daripada ikatan masyarakat modern. Yesus menyadari hal ini bisa mengakibatkan konflik kepentingan dari para murid-Nya. Oleh sebab itu Yesus menghendaki agar para murid mempunyai loyalitas yang lebih besar kepada Yesus daripada kepada anggota keluarga mereka (Mat 10:37).
Dari pengalaman sahabat saya di atas, terlihat jelas bahwa hanya sedikit orang yang rindu untuk bertemu Yesus dalam perayaan Ekaristi Malam Natal. Padahal Natal adalah perayaan kelahiran Yesus yang adalah Juruselamat kita. Meskipun lelah dan mengantuk, namun sahabat saya tetap bersemangat mengikuti Ekaristi karena kerinduannya untuk bertemu Tuhan. Ia menyadari bahwa loyalitas kepada Kristus akan mengalahkan rasa lelah. Bertemu Tuhan Yesus dalam pesta Natal menjadikan rohaninya hidup sehingga tubuhnya pun merasa bugar kembali.
Yesus meminta kita sebagai murid-Nya untuk setia dan memiliki loyalitas yang tinggi kepada-Nya. Lebih mengutamakan Yesus dibandingkan dengan keluarga atau kepentingan duniawi lainnya. Marilah kita jadikan Kristus sebagai Yang di atas segalanya. (SIS)
DOA: “Tuhan Yesus, Engkau menghendaki agar para murid-Mu mempunyai loyalitas tinggi kepada-Mu. Bantulah kami agar sanggup mengutamakan Dikau di atas segalanya.”
JANJI: “Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.” Mazmur 124:8
PUJIAN: St. Yohanes Gualbertus (999-1073) menekankan cinta kasih dan semangat kemiskinan. Ia memerangi praktek simonia dalam Gereja (Baca ‘Simon tukang sihir’ Kisah 8:18-24; pelayanan kepada umat yang meminta imbalan). Banyak mujizat terjadi atas diri orang-orang yang berdoa dengan perantaraannya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ