“M I S T E R I”

24 January 2017

Selasa, 24 Januari 2017                                                 

St. Fransiskus dari Sales

Ibrani 10:1-10

Mazmur 40: 2-4, 7-8. 10-11

Markus 3:31-33

“M I S T E R I”

 

“Karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.” --- Ibrani 10:10

 

WAKTU KITA merayakan Ekaristi, Imam yang memimpin Misa, sesudah Konsekrasi berseru dalam Anamnesis, salah satunya berbunyi “”Marilah menyatakan / mewartakan misteri Iman kita”! Apa itu ‘misteri’? Misteri: Lebih dari sekedar rahasia. Berubahnya “roti dan anggur” karena sabda Konskerasi Imam yang memimpinya, berubah secara sakramental menjadi “Tubuh dan Darah” Kristus. Ujud dan rasa tetap sama. Tetapi makna kehadiran sudah berbeda. Itulah ‘Misteri”. Terjadi ‘kehidupan di bumi, dan di dalam rahim’ adalah misteri. Allah mewahyukan Diri-Nya lewat ciptaan karya-Nya, sejarah keselamatan, terjadinya Umat Terpilih, adanya Hukum Taurat, munculnya nabi-nabi dengan ajaran-ajaran mereka. Itu semua tak bisa dimasukkan ke dalam benak kita. Itulah ‘misteri’.

“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya,... “(Ibr 1:1-2). Yesus adalah Sabda abadi, yang menjelma dan yang akhir.  Bagi kita setelah para rasul dan terciptanya Injil, tak ada lagi pewahyuan umum. Gereja yang menjadi pewaris pewahyuan itu, berusaha “dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,” (Ef 3:18).

Bagi kita Allah sendiri tetap merupakan ‘Misteri’. Hal-hal ini mencakup juga:

  • Mengapa dan bagaimana, ketiga pribadi ada tetap tinggal dalam Allah yang tetap tak-terbagi?
  • Bagaimana Anak Allah yang abadi mengosongkan diri (Flp 2:7) dan menjelma. Dan Dia sepenuhnya Allah dan sepenuhnya Manusia?
  • Bagaimana Allah melahirkan Putera-Nya sejak abadi?
  • Bagaimana Bapa lewat dan bersama Yesus juga secara abadi mengirim Roh Kudus?
  • Bagaimana Yesus mengorbankan Diri di Kalvari sekali saja dan untuk seterusnya berdampak penebusan yang melintasi waktu dan ruang?
  • Bagaimana Allah itu sendiri hidup di dalam diri kita dan kita di dalam Dia?

Itu semua ‘misteri’. Mari kita rayakan dan kita hayati misteri-misteri itu!

Doa     : Bapa, utuslah Roh Kuds-Mu untuk mewahyukan Diri-Mu sedalam mungkin dan seluas mungkin!

Janji   : Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."--- Markus 3:35

Pujian : Hari ini kita rayakan St. Fransiskus dari Sales (1567-1662), seorang Pujangga Gereja. Beliau sering berucap “Sesendok madu menarik ribuan lalat daripada cokak satu drum.”

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.