MAKNA POHON ARA
25 November 2022
Jumat, 25 November 2022
Wahyu 20:1-4, 11, 21: 2
Mazmur 84:3-6a, 8a
Lukas 21:29-33
“Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.” --- Lukas 21:29
Pohon ara dapat menjadi pertanda atau isyarat datangnya suatu peristiwa di masa mendatang. Hal ini dikatakan Yesus pada bacaan Injil hari ini. "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat" (Luk. 21:29). Selain pohon, yang perlu diperhatikan dari keseluruhan tumbuhan ara adalah buahnya. Buah ara sebenarnya tidak memiliki rasa kecuali jika dengan hati-hati diolah sedemikian rupa menjadi jus. Dengan kata lain, dibutuhkan proses mengolah (formasi) supaya rasa buah ini dapat dinikmati. Proses perubahan atau formasi tidak membuat substansinya hancur, tetapi lebih daripada itu membuat karakternya menjadi lebih kuat. Selain itu, proses formasi atau pengolahan akan menampakkan kualitas sebenarnya yang dimiliki, tetapi tidak tampak atau muncul jika tak diolah terlebih dahulu. Dengan kata lain, transformasi atau formasi dibutuhkan karena pohon dan buah ara tidak dapat mentransformasi atau memformat dirinya sendiri secara maksimal atau radikal. Proses hidup manusia tidak dapat dibiarkan begitu saja mengalir. Harus ada proses transformasi manusia untuk makin meningkatkan kualitas hidupnya.
Diperlukan intervensi dari luar oleh "petani pohon ara". Petani pohon ara ini adalah orang-orang beriman. Intervensi mengandaikan kompetensi, pengetahuan tentang buah-buahan dan proses pematangan, pengalaman, dan kesabaran mereka. Proses pengolahan ini membutuhkan pendalaman dan pemahaman pada aneka macam situasi dan kondisi hidup manusia, sehingga bisa dilakukan pada waktu tepat, dalam kasus yang tepat, dan dengan cara yang benar. Oleh karena itu, dibutuhkan yang sensitivitas, pemahaman tentang budaya di dalamnya, risiko dan kemungkinan yang tersembunyi, atau aneka macam alternatif kemungkinan yang dapat terjadi. Ajakan untuk beraktivitas layaknya petani-petani ara ini menjadi cara lain dalam berjaga-jaga seperti yang dipesankan Yesus kepada para murid. Dengan terus mengolah diri dan alam yang dianugerahkan kepada kita sebaik-baiknya, kita sudah melakukan aktivitas berjaga-jaga untuk menantikan kedatangan Anak Manusia. (SW).
DOA : Bapa sumber keselamatan, sabda yang telah kami baca dan renungkan ini, semoga menjadi saran keselamatan kekal bagi kami dan semoga karya penebusan Yesus putra-Mu makin dinyatakan dalam hidup dan karya kami sampai akhir hayat kami.
JANJI: Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Lukas 21:31
PUJIAN Pohon Ara di Israel. Tanah Israel dan sekitarnya memiliki empat musim maka flora tumbuh mengikuti musim. Itulah latar belakang mengapa Yesus menggunakan perumpamaan tentang hubungan pepohonan dengan musim panas. Pohon ara yang rimbun memberi keteduhan sehingga banyak orang duduk berteduh di bawahnya. Pohon ara ini mengingatkan kita pada peristiwa perjumpaan Natanael (Bartolomeus) dengan Yesus yang diperkenalkan oleh Filipus kepada Yesus. Dimana Yesus Bersabda Inilah orang Israel yang sejati, jawab Natael bagaimana mungkin kamu mengenal aku, Jawab yesus, sebelum engkau dipanggil oleh Filipus, aku telah melihat engkau di bawah pohon ara. Lalu Natanael (Bartolomeus) mengungkapkan imannya kepada Yesus, Engkaulah Anak Allah, Engkau raja orang Israel. Yoh. 1:49. Menurut tradisi orang Yahudi duduk di bawah pohon ara umumnya orang itu membaca kitab suci dan merenungkanya, yakni kitab perjanjian lama. maka tidak mengheran kalau Natanael setelah membaca dan merenungkan kitab suci dibawah pohon ara, dia sadar akan ramalam tentang “Akan datangnya Isah Almasih atau Mesias yakni yang terurapi (Raja Orang Yahudi;” ternyata itu terwujud dalam pribadi Yesus orang Nazaret yang ia jumpai. maka tepatlah kalau bila pohon ara mulai bersemi, akan datang musim panas, ini mengibaratkan kedatangan Yesus, merupakan tanda akan datangnya Kerajaan Allah, sebagaimana Yesus sabdakan sendiri.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ