MALU MENGAKUI YESUS?
21 February 2020
SATU PERJAMUAN
FEBRUARI 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Yakobus 2: 14-24, 26
Mazmur 112:1 – 6
Markus 8:34 - 9:1
“Barang siapa malu karena Aku, dan karena perkataan-Ku, di tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” —Markus 8:38
ITU SABDA atau peringatan keras dari Yesus kepada kita, bila kita sampai malu akan Diri Yesus dan Sabda-sabda-Nya (Mrk 8:38), malu akan Injil-Nya (Rm 1:16). Jangan sampai sekali-kali kita malu, malah sebaliknya kita bangga! Bangga atas Hukum (Taurat) dari Yang Mahatinggi, atas perjanjian-Nya dan atas keputusan yang memberi hak kepada yang fasik” (Sir 42:2). Hendaknya kita tidak malu untuk jujur dalam ber-bisnis, berhati-hati dalam bersikap dan bangga dalam mendisiplin anak-anak, dan berlaku bijak (Sir 42:3-8). Sepatutnyalah kita malu atas perilaku kita yang tak-bermoral, atas kebohongan, kejahatan, ketidak setiaan, kepelitan kita, atas kejelojohan , memandang dengan nafsu, pikiran dan tindakan cabul, kata-kata kasar, pengumpatan dan pengkhianatan kita (Sir 41:15-24; Gal 5:19-21).
Ber-iman akan Yesus dan mengasihi-Nya dan tak-malu atas Pribadi Yesus, kita tentu akan menerima rahmat dimampukan menolak godaan-godaan dan tak masuk ke dalam keadaan buruk sebagai konsekuensi atas dosa-dosa kita. “Tidak ada penghakiman bagi mereka yang berada di dalam Yesus Kristus” (Rm 8:1).
Tanpa komitment total kepada Yesus, yang kita peroleh ialah rasa malu dan suara hati yang mati. Itu tak akan terelakkan. Hanya dalam Yesus Kristus, kita akan jauh dari godaan malu atas Yesus (Mzm 34:6), dalam Yesus kita akan berada dalam martabat sepenuhnya sebagai anak-anak Allah.
DOA: Bapa, buanglah jauh godaan akan malu atas Dikau, dalam hidupku.
JANJI: “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikianlah jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” —Yakobus 2:26
PUJIAN: Hari ini kita peringato St. Petrus Damianus. Dikisahkan, kalah orang kudus itu makan selalu berbagi dengan beberapa orang miskin. Dan dia sendirilah yang melayani mereka (Luk 14:13-14).
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ