“MAMON” YANG TIDAK JUJUR
07 November 2020
Sabtu, 7 November 2020
Filipi 4:10-19
Mazmur 112:1-2, 5-6, 8a, 9
Lukas 16: 9-15
“Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi” ---- Lukas 16:9
YESUS SEDANG menunjukkan betapa seorang yang jahat berhasil mendapatkan teman dengan mengorbankan majikannya. Orang baik sama sekali tidak begitu bersungguh-sungguh dalam urusan-urusan rohani sebagaimana halnya orang-orang duniawi dalam urusan bisnis mereka. Bila mereka menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan orang-orang miskin, maka mereka akan mendapat sahabat di surga. Hal ini tidak akan membuka pintu surga, tetapi akan membuat mereka yang telah mendapat manfaat memberikan sambutan hangat dan dengan demikian mempertinggi sukacita dari keadaan itu.
Tuhan menunjukkan bagaimana orang-orang duniawi bisa bersikap bijaksana dan cerdik, dengan tujuan-tujuan kepentingan pribadi mereka sendiri akan tetapi yang tidak ada satu pun dilakukan untuk Allah dan kekekalan. Anak-anak terang kadang harus belajar cerdik dari anak-anak dunia tetapi tetap dengan cara yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai anak-anak terang. Bukankah kita dipanggil untuk cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati? (Mat 10:16). Anak-anak terang disuruh bersahabat dengan orang-orang duniawi agar dapat belajar bagaimana cerdik dan kreatif mengelola hartanya untuk membawa kebaikan bagi sesamanya, dapat membagi-bagikan hartanya kepada sesama yang miskin, walaupun sebenarnya harta kekayaan yang dimilikinya bukanlah miliknya melainkan adalah milik Allah.
Tuhan menghendaki agar kita mengasihi Dia, mengabdi kepada Dia, menjadi saluran berkat bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan. Kita melayani Allah melalui berbagi dengan sesama segala sesuatu yang telah dipercayakan Allah kepada kita. Dengan cara itu kita dapat diterima di dalam kemah abadi, rumah Bapa. (HW)
DOA: Tuhan, bimbinglah hidup, pikiran dan tindakan kami, agar dapat hanya berfokus kepada Engkau, melakukan kehendak-Mu. Amin.
JANJI: Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. ---- Mazmur 112:5
PUJIAN: Kita kenal bapak Dato Sri Tahir. Ia terlahir dari keluarga pembuat becak di Surabaya. Ia menjadi salah satu pengusaha sukses, terkenal suka menyumbangkan sebagian hartanya untuk membantu orang miskin atau orang yang dalam kesusahan. Tahir masih memegang teguh pandangannya, bahwa bisnis adalah sebagai sarana menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ