MANA YANG HARUS KITA PILIH?
10 September 2018
Senin, 10 September 2018
1 Korintus 5:1-8
Mazmur 5:5-7,12
Lukas 6:6-11
“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa atau membinasakannya” ---- Lukas 6:9b
MUNGKIN KITA pernah bingung dalam mengambil suatu keputusan. Baik itu keputusan untuk diri sendiri ataupun yang menyangkut kepentingan banyak orang. Dalam hal ini, yang harus terus-menerus kita lakukan adalah menjaga kedekatan hubungan kita dengan Tuhan, bergantung penuh kepada-Nya, seperti seorang anak kecil yang percaya penuh atas tuntunan Bapanya. Kalau kita selalu memelihara kedekatan kita dengan Bapa, kita akan semakin peka di dalam mendengar tuntunan-Nya, semakin mengenal apa yang berkenan pada-Nya dan mana yang membuat Bapa sedih.
Ketika Yesus hidup di dunia ini, Yesus tidak selalu diperlakukan dengan baik oleh orang-orang di sekitarnya, orang-orang yang dijumpainya. Bahkan sebagian dari orang-orang yang telah melihat kuasa-Nya atau ditolong-Nya, masih takut dan ragu-ragu untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Orang-orang tersebut ada yang mengabaikan suara Tuhan, tidak meminta hikmat dari pada-Nya, bahkan keputusan yang diambil hanya berdasarkan kepentingan duniawi.
Tidak selalu perbuatan baik dihargai oleh semua orang di dunia ini. Perbuatan baik Yesus pun, tidak dihargai oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka mencari-cari kesalahan Yesus supaya mereka mempunyai alasan dan bukti untuk menjatuhkan, bahkan mempermalukan Yesus.
Walaupun Yesus berhadapan dengan orang-orang yang mempunyai cara pandang dan keinginan yang negatif, Yesus tetap melakukan perbuatan baik dan menyelamatkan manusia. Yesus tetap konsisten untuk melakukan karya kasih Bapa dengan ketulusan, meskipun harus berhadapan dengan orang-orang yang menumpulkan diri dalam mendengar suara Tuhan, dan malahan mengutamakan kedagingan dan ketamakan akan dunia.
Semoga apa yang diteladankan Yesus pada bacaan Injil hari ini, meneguhkan kita untuk tetap memberikan kehadiran kita untuk bersatu dengan Tuhan, untuk mendengar bimbingan-Nya dan melakukan karya pelayanan dan perbuatan baik dengan kerelaan penuh. Untuk itulah perlunya kita ikut Kursus atau Seminar tentang “Discernment”. Dan lewat “Discernment” itu, Roh Kudus tentu akan membimbing kita, supaya kita tidak salah memilih keputusan dalam hidup ini. (Lisa).
Doa: Tuhan Yesus Kristus yang Maha Kasih, pimpinlah kami untuk selalu tanggap dalam mendengar suara Bapa, arahkan kami untuk melakukan perkara-perkara surgawi di dunia ini, sehingga karya kasih-Mu semakin meraja dalam kehidupan setiap orang.
Janji: “Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu” ---- Mazmur 5:12.
Pujian: Santo Theodardus, gigihan membela umat yang diperas oleh bangsawan tuan tanah dan mempertahankan hak milik gereja. Semua ini bukti nyata bahwa dia mendengarkan suara Tuhan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ