MANA YANG LEBIH BERHARGA: KESEMBUHAN ORANG ATAU MATINYA BABI-BABI?

04 July 2018

Rabu, 4 Juli 2018

St. Elisabet dr Portugal

Amsal 5:14-15,21-24

Mazmur 50:7-13,16

Matius 8:28-34

 

“Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah ?” --- Matius 8:29

 

KISAH PENYEMBUHAN orang kerasukan setan ini juga ditulis oleh penginjil Lukas dan Markus. Biasanya hal ini diartikan bahwa peristiwa benar-benar terjadi dan berdampak luas pada para pendengar dan yang menyaksikannya dan menjadi salah satu bahan pewartaan.

Dari mulut yang kersasukan setan, setan berseru, ‘apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah”. Di sini setan saja mengenal dan mengakui Yesus sebagai “Anak Allah”. Sewaktu Yesus puasa dan digoda, iblispun juga menyatakan “Jika Engkau Anak Allah, perintahkan batu-batu ini menjadi roti!” Pengakuan Petrus pun sama tentang pribadi Yesus, sewaktu Yesus bertanya ‘Tetapi apa katamu, ‘Siapakah Aku ini’? “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mat 16:15-16).

Di sini kita mendapatkan dasar yang kuat dari pengakuan-pengakuan itu, bahwa Yesus adalah “Anak Allah!” Pengakuan ini yang membawa kesembuhan dan keselamatan.

Setan-setan yang diusir Yesus dari tubuh orang itu meminta diperbolehkan masuk ke dalam tubuh babi-babi. Dan binatang ini menjadi kaget lari dan terjun ke danau serta mati lemas. Para penjaga babi lebih melihat kerugiannya yakni matinya babi-babi daripada sembuh totalnya orang yang kerasukan setan. Dan akhirnya Yesus sang Penyembuh yang diusir dari daerah itu.

Beranikah kita mengorbankan harta termasuk hewan yang dimiliki demi kesembuhan manusia yang memiliki martabat dan jiwa yang kekal?

Sering kita menjumpai situasi pelik yang menuntut pertimbangan kemanusiaan atau diskresi dalam Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan hadir di dunia ini, tiada lain untuk mengasihi kita, untuk menyelamatkan kita. Kalau Tuhan sendiri sudah berpihak pada kita manusia yang bermartabat ini, maka tentu saja kitapun harus menunjukkan sikap yang sama, yakni mendahulukan ‘manusia’ dari pada binatang apalagi harta benda. Pertama dan utama perlu kita menentukan pilihan untuk mengusahakan kesembuhan, kesejahteraan dan keselamatan manusia, khususnya orang-orang yang tersisih dan terpinggirkan, yang sering diperlakukan sebagai ‘binatang’ atau benda saja.

Doa: Ya Bapa, Engkau mengutus Yesus demi keselamatan kami. Kasih-Mu berpusat pada keselamatan manusia. Ini menginspirasikan diriku untuk lebih mementingkan keselamatan sesama manusia daripada harta benda. Amin.

Janji: “Keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus, ... mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka” --- Matius 8:34

Pujian: Untuk para Moderator PKK pernah diadakan Seminar tentang “Deliverance” atau “Doa Pelepasan” di Lembang, Jawa Barat. Ini diberikan oleh Romo Jose Francisco C Syquia, dari Komisi “Exorcisme Keuskupan Agung Manila. Bukunya telah diterjemahkan sebagai Panduan “Doa-doa Pelepasan”, yang bisa dilakukan baik oleh Pastor maupun awam yang dewasa rohani.

Penanggung jawab RH: Rm Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.