MARI BERBAHAGIA
12 September 2018
Rabu, 12 September 2018
1 Korintus 7:25-31
Mazmur 45:11-12, 14-15
Lukas 6:20-26
"Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan.Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa.Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. ---- Lukas 6:20b-22
APAKAH ANDA ingin bahagia? Tentu saja setiap orang menginginkannya, tetapi ternyata banyak orang yang tetap merasa tidak bahagia. Bahagia bukanlah bergantung kepada keadaan jasmani atau keadaan lingkungan kita, tetapi soal hati yang dapat merasakan kedamaian dan kebebasan. Bukan kaya ataupun miskin yang mempengaruhi manusia untuk menjadi berbahagia, tetapi soal hati yang selalu terpikat dan selalu datang kepada Tuhan, menimba air kebahagiaan sejati yang berasal daripada-Nya.
Tuhan Yesus mengingatkan dengan keras, ”Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu” (Luk 6:24). Kesalahan yang dikatakan Yesus tersebut bukanlah pada kekayaan yang dimiliki, tetapi pada hati yang lebih terpikat kepada harta kekayaan daripada Allah.
Justru mereka yang miskin dan menderita, tidak memiliki apa-apa dan tak berdaya di dunia ini, tetapi menyerahkan harapan dan sandarannya hanya kepada Tuhan, sebagai satu-satunya kekayaan dan kekuatan mereka. Tuhan adalah segala-galanya untuk mereka, dan hal inilah yang membuat mereka menjadi berbahagia, seperti yang dinyatakan Yesus.
Maka marilah kita bahagia, selalu datang dan berjalan mendekatkan diri dengan sang kebahagiaan itu sendiri, karena Allah dalam diriNya sendiri sempurna dan bahagia tanpa batas. (Titus)
Doa: Tuhan Yesus, mampukan kami untuk hanya bersandar kepada-Mu bukan kepada kemampuan kami atau manusia lainnya.
Janji: “Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.” ---- Mazmur 45:16
Pujian: Matius, pemungut cukai yang bertobat, bersedia untuk mengembalikan uang kepada orang-orang yang telah diperdayanya. Engkau telah melepaskan cinta uang dan menggantikannya dengan cinta sejati kepada Yesus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ