MARI MENJADI ‘PENGIKUT YESUS’ !
23 April 2022
Sabtu, 23 Apeil 2022
Kisah Para Rasul 4:13-21
Mazmur 118: 1,14–21
Markus 16: 9-15
“Mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus”
Kisah Para Rasul 4:13
SEBELUM SANTU IGNATIUS bersama teman-temanya mendirikan Ordo dengan nama “Serikat Yesus” atau SJ, lima abad yang lalu, ia dengan teman dan sahabatnya, menamakan diri mereka sebagai ‘Pengikut Yesus’ – teman-teman seperjalanan dengan Yesus (L’Companion de Jesu).
Demikianlah di abad ke-19 lalu, ada seorang wanita janda tersentak oleh teladan para rasul, khususnya Petrus dan Yohanes. Ini bukan karena apa yang mereka lakukan atau katakan, melainkan hanya karena mereka telah berjalan bersama Yesus, sebagai pengikut-pengikut-Nya. Wanita Perancis yang telah menjanda itu berama Marie Magdaleine d’Houet (1781-1858). Ia mendirikan sebuah Kongregasi Suster dengan dasar panggilan menjadi ‘pengikut setia Yesus’.
Dengan pengaruh spiritualitas Ignatian para suster mengembangkan spiritualitas untuk selalu merasa berada di hadapan Yesus, juga sewaktu mereka melakukan pelayanan kepada anak-anak dan para ibu dalam situasi pasca perang yang memporak-perandakan negeri Perancis.
Dalam bacaan pertama dari Kisah Para Rasul dikisahkan Petrus dan Yohanes dengan penuh keberanian mewartakan Injil. Mereka berdua baru saja menyembuhkan orang yang sudah 38 tahun tidak dapat berjalan. Peristiwa ini sangat menarik perhatian para tua-tua dan ahli Taurat yang mengenal Petrus dan Yohanes sebagai ‘pengikut Yesus’.
Dapatkah kita juga mudah mengenali orang-orang itu sebagai sama-sama ‘pengikut Yesus’ ?
Kita bisa memiliki beberapa teman dan sahabat dekat, yang selalu berkumpul bersama, berbincang bersama. Karena sering berbagi bersama, bisa saja mereka lalu ditandai dengan pengalaman dan pemahaman bersama, berbagi suka-duka. Menjadi ‘pengikut-seseorang’ bukan pertama-tama ditekankan apa yang mereka lakukan, tetapi mereka bersama mau menjadi apa ! Pemahaman dan pengalaman bersama akan merubah dan membentuk ‘pengikut-pengikut’ itu.
Dan menjadi ‘pengikut Yesus’ itu juga tidak berbeda. Tetapi ini lebih dari sekedar persahabatan ! Demikian juga suami istri yang lama hidup bersama, dalam suka dan duka, mereka akan nampak itu semakin mirip satu sama lain.
Demikianlah juga mereka yang merasa sama-sama menjadi pengikut Yesus ! Dan seorang pengikut-Nya ingin selalu bersama Yesus mengharapkan semakin serupa Yesus . Bagaimana kita sendiri ?
Perlu kita menentukan waktu untuk dapat bersama Yesus, berbincang dan berbagi pengalaman dengan-Nya. Kita perlu mendengarkan-Nya apa yang menjadi tanggapan, saran-saran-Nya. Juga kita tak boleh lupa, Yesus-pun ingin sekali berbagi dengan kita semua pengalaman hidup-Nya sewaktu masih di bumi. Ia ingin menjadi teman-seperjalanan anda. (S.Widjojo)
DOA : Ya Yesus, aku ingin menjadi pengikut-Mu, menjadi teman-seperjalanan-Mu, dalam hidup sehari-hari.
JANJI : “Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yanglain kepada dua orang dari mereka Ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota”
Markus 16: 12-13
PUJIAN: Rabu, 2 Februari, bulan lalu, Pesta Yesus dipersembahkan ke Bait Suci, di Gereja Santa (SPMR) Blok Q, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, selama Misa Kudus, tiga Imam SJ mengucapkan Kaul Akhir. Mereka bergabung penuh dalam ‘Companion de Jesu’ atau Serikat Yesus. Bersama dengan warga SJ lainnya, mereka menjadi teman seperjalanan dengan Yesus, dalam perutusan pelayanan Gereja.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ