MARI MENYAMBUT MASA PRA PASKAH
26 February 2020
SATU PERJAMUAN
FEBRUARI 2020
Rabu, 26 Februari 2020
RABU ABU (Puasa dan Pantang)
Yoel 2:12-18
Mazmur 51:3-6, 12-14, 17
2 Korintus 5:20 –- 6:2
Matius 6:1-6, 16-18
“Baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya” --- Yoel 2:16
RABU ABU tiba. Masa Puasa mulai. Gambaran Masa Puasa yang mengagetkan dari nabi Yoel. Ia menggunakan gambaran Pengantin baru untuk menghentikan berbulan madunya. Pengantin baru diminta meninggalkan kamar dan pergi ke Bait suci untuk berdoa.
Seruan nabi seperti itu sebenarnya disampaikan bila ada peristiwa ‘paceklik’ – gagal panen atau suatu malapetaka menimpa umat. Dan Imam harus pergi ke Bait suci dan mempersembahkan korban, dan umat di minta datang untuk ikut berdoa – doa pertobatan dan doa syafaat.
Di sini nabi Yoel menggunakan gambaran itu dan menerapkannya akan adanya ‘mala petaka rohani’. Ia melihat bahwa banyak umat telah meninggalkan Tuhan dan pola hidup mereka berubah menjadi duniawi. Itu bukan lagi bencana alam, sampai-sampai Allah sendiri turun tangan untuk membangunkan umatnya. Dan seruan Yoel mendapatkan tanggapan positif.
Umat lalu berkumpul berdoa bersama – berdoa tobat. Allah berkenan. Bencana kelaparan berhenti. Umat memperoleh panenan berlimpah.
Dan pada Rabu Abu ini, Tuhan memanggil kita semuanya tanpa kecuali, untuk menanggapi seruan itu. Apakah kita akan mengizinkan Tuhan memeriksa diri kita dan menunjukkan kepada kita dalam aspek apa saja dalam hidup ini yang perlu kita perbaiki, yang perlu kita luruskan. Apakah kita bersedia juga untuk berkumpul bersama dan berdoa serta berpaling kepada Tuhan secara penuh ? Dosa harus kita pandang sebagai sesuatu ancaman yang serius. Dosa seperti bencana yang berkemampuan merusak dasyat.
Kalau di zaman Yoel umat menanggapinya, demikian juga kita sekarang. Kita memiliki harapan yang sama seperti umat di zaman Yoel. Tuhan Allah yang maharahim bediri dan selalu siap mengampuni kita dan menolong kita. Dalam bacaan kedua dari surat Santo Paulus kepada umat di Korintus, dikatakan, “sesungguhnya waktu ini waktu perkenanan itu” waktu keselamatan. Saat ini adalah saat yang ber-rahmat.
Mari kita benar-benar perhatikan amanat nabi Yoel ini. Mari kita tanggapi dengan serius. Ajak sanak saudara, khususnya keluarga sendiri untuk menanggapi panggilan Yoel ini, untuk berdoa dan berpuasa selama Masa Pra-Paska ini. Mari kita jadikan Masa ini sebagai masa untuk berdoa dan berdevosi kepada Tuhan. Bila kita benar-bernar berdoa bersama, dalam nam minggu mendatang ini kita akan mengalami dan menyaksikan suatu perubahan dalam hidup kita.
DOA: Tuhan, berkatilah tekad niatku untuk mengisi Masa Puasa ini dengan doa sehingga ada perubahan dalam perilaku hidupku.
JANJI: “Dalam Nama Kristus, kami meminta kepadamu berilah dirimu didamaikan dengan Allah” --- 2 Korintus 5:20
PUJIAN: Masa Puasa tahun lalu. Pastor Kepala Paroki mengusulkan adanya “Safari Tobat”. Para romo dalam Paroki berbagi mengunjungi Lingkungan-lingkungan untuk mendatangi guna memberi pelayanan Sakramen Tobat kepada Umat di Lingkungan. Umat menyambutnya dengan gembira.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ