MARIA – BUNDA ALLAH
08 September 2018
Sabtu, 8 September 2018
Pesta Kelahiran St. Perawan Maria
Mikha 5:1-4a atauy Rm 8: 28-30
Mazmur 13:6ab.6cd
Matius 1:1-16.18-23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita. ---- Matius 1:23
PERISTIWA KELAHIRAN seorang anak sangat dinantikan oleh kedua orang tuanya dan keluarga besarnya. Dan sudah pasti kehadiran si bayi mungil tersebut akan membahagiakan keluarganya. Di jaman ‘now’ ini, untuk menyambut kedatangan sang bayi dilakukan dengan segala persiapan, mulai dari kamar bayi, tempat tidur, lemari, pakaian, selimut, dan lain sebagainya. Dari semuanya itu, orang yang mengalami perubahan paling besar dari kehadiran si bayi adalah sang ibu. Interaksi yang berkelanjutan dengan janinnya sewaktu dalam kandungan selama 9 bulan, saat kelahiran sampai membesarkan bayinya membuat seorang ibu dekat secara batin dengan anaknya.
Kehadiran bayi pun sangat dinantikan oleh Ibu Anna dan Bapa Yoakim selama bertahun-tahun. Akhirnya lahirlah bagi mereka seorang anak yang dikenal sebagai Maria; dan bagi kitaumat beriman Maria adalah wanita yang paling kudus di antara semua wanita dan menjadi Bunda Kristus, yang adalah Allah.
Anna merawat Maria kecil dengan penuh kasih sayang selama beberapa tahun. Kemudian dipersembahkannya puterinya itu kepada Tuhan, seperti yang telah dijanjikannya, dan Maria tinggal di Bait Allah di Yerusalem.
Rekam jejak kelahiran Maria sampai akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki dengan julukan “Imanuel” – yang berarti Allah menyertai kita (lih. Matius 1:23) sudah dinubuatkan dalam kitab nabi Mikha yang mengatakan: “Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.” (Mikha 5:2). Hal itu diperkuat dalam surat Paulus: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Rm 8:28) Dengan hati yang tulus ikhlas Maria menuruti kehendak Allah meski paham betul bahwa kehidupannya tidak mudah, namun dia tetap setia kepada Allah dan terus merangkul panggilan Allah kepadanya.
Rencana Allah dalam keseluruhan hidup Maria tergambar dengan sangat jelas: Dia menentukan mereka dari semula, Dia memanggil mereka, Dia membenarkan mereka, Dia membawa mereka ke dalam kemuliaan (lih. Roma 8:30). Pesta kelahiran Maria adalah rencana Ilahi.
Selama sembilan bulan mengandung bayi Yesus, sudah barang tentu mempererat jalinan kasih Ilahi antara Maria dengan Yesus. Maria juga membesarkan kanak-kanak Yesus hingga akhirnya mengantarkan Dia menyatakan kemuliaan-Nya sebagai Putera Allah. Oleh sebab itu, sebagai umat Katolik, kita percaya bahwa bila kita memiliki devosi yang amat kuat kepada Maria, pasti kita juga dekat di hati Yesus. Kalau kita mau meneladan Maria, kitapun perlu mau membawa Yesus dan memperkenalkan Yesus kepada orang-orang lain, sebagaimana Maria tunjukkan. Maria sudah terlibat ber-evangelisasi, sejak bersedia mengandung Yesus.
Dan bersama dengan Maria sebagai Bunda Kristus, doa-doa kita akan sampai kepada Yesus Kristus. Dan karena kasih Yesus kepada sang Bunda, doa-doa kita tidak akan dibiarkan sia-sia, khususnya agar kita berani meneruskan karya penebusan Yesus, Putera Maria.
Marilah kita meneladani Maria – Bunda Allah dan Bunda kita semua, menjadi manusia yang taat pada kehendak Allah, turut ambil bagian dalam rencana Allah dengan setia melakukan tugas kita sesuai panggilan masing-masing. (LP)
Doa: Tuhan Yesus, kami mau selalu dekat dengan-Mu seperti halnya Bunda Maria yang amat dekat di hati-Mu.
Janji: “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata. hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” ---Mikha 5:1
Pujian: Bunda Maria, karena ketaatanmu atas panggilan Allah, bersedia menjadi ibunda Yesus telah membuka jalan bagi keselamatan yang sangat dinanti-nantikan oleh umat manusia.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ