MARIA BUNDA KITA
29 May 2023
Senin, 29 Mei 2023
Hari Dalam Pekan Biasa VIII
Pw SP Maria Bunda Gereja
Kis. 1: 12-14;
Mzm. 87: 1-2,3,5-7, R:3;
Yoh. 19: 25-34.
“Dekat Salib Yesus, berdirilah Maria, Ibu Yesus Maria saudara ibu Yesus, dan Maria Magdalena“ --- Yoh. 19:25.
Kisah dosa manusia dalam Kitab Kejadian berujung kutukan dari Allah, baik kepada manusia maupun ular. Gambaran dunia yang terkutuk sungguh terasa mencekam dan kemurkaan Allah seolah sudah menggariskan gambaran manusia setelah berdosa, yaitu makhluk terkutuk dalam sengsara. Namun, apakah itu akhir cerita bagi manusia dan sungguhkah Allah sekejam itu? Kisah selanjutnya justru adalah rangkaian tindakan Allah untuk mengembalikan manusia kepada Firdaus. Puncaknya adalah pemberian diri Yesus Kristus yang bahwa setelah wafat pun masih memberikan anugerah Roh dan hidup melalui pencurahan air dan darah.
Dalam peristiwa salib, bukan hanya dari sis Allah, kita pun melihat manusia yang setia menemani perjalanan Yesus Kristus sampai akhir. Bunda maria menunjukkan komitmen dan kekuatan untuk setia pada Tuhan dengan menemani Putranya sampai titik akhir. Kesetiaannya menjadi hamba Tuhan terus dilanjutkannya dengan menjadi Bunda Gereja, sebagaimana diwasiatkan oleh Yesus.
Bunda Maria adalah gambaran Gereja yang setia dan memulihkan gambaran manusia lama yang jauh dari dosa. Kita dipanggil untuk mengikuti jalan kesetiaan Bunda Maria. (Obor)
DOA: Mampukan kami ya Yesus, meneladan Iman dan Kesetiaan Bunda Maria. Amin.
JANJI: Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihiNya, di sampingnya, berkatalah Yesus kepada ibu-Nya, ibu, inilah anakmu, dan kemudian berkata kepada murid2-Nya, inilah ibumu!. Yoh. 19: 26-27.
PUJIAN: Menghormati Maria Karena Maria itu Ibu Yesus, maka Bunda Maria menjadi Bunda Gereja dan Bunda kita kaum beriman, Gereja mengkhususkan bulan Mei sebagai Bulan Maria dan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario, Doa favorit kita dalam menghormati Bunda Maria. Fokus Doa Rosario, bukanlah Bunda Maria melainkan hidup Yesus, yang terjabar dalam Misteri ‘Gembira, Duka, Mulia dan Misteri Terang. Selain itu, karena rasa hormat dan cinta, umat membuat patung Maria, Bunda Maria bersama Kanak-kanak Yesus,bukan untuk disembah tetapi sebagai sarana untuk konsentrasi dalam berdoa kepada Tuhan. dan membuat Gua Maria, sebagai tempat berdoa. Sekarang, di beberapa tempat, ada Gua Maria, yang menjadi wisata rohani umat katolik. Di Gereja-Gereja Paroki juga tak ketinggalan menyediakan tempat untuk Gua Maria, tempat umat berdoa, di samping atau sebelah belakang gedung gereja. Umat dari paroki-paroki lain, bergiliran mengunjungi gua-gua di beberapa paroki lainnya.*****
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ