MARIA RATU DAMAI

22 August 2018

Rabu, 22 Agustus, 2018

SP Maria Ratu

Yehezkiel 34:1-11

Mazmur 23:1-6

Matius 20:1-16a

 

“  Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku?” --- Matius 20:15

 

HARI INI kita rayakan Pesta Santa Perawan Maria Ratu. Gelar Maria ini mengikuti Gelar Putra-nya, Yesus Kristus sebagai Raja, yang kira rayakan pada akhir Tahun Liturgi.

Bunda Maria melahirkan ‘seorang Raja’. Ia juga ‘diangkat ke surga’. Dan dalam dalam Doa Rosario, pada ‘Peristiwa Mulia’ disebut bahwa Bunda Maria ‘dimahkotai di surga’. Maka tepatlah kita menyebutnya Bunda Maria itu ‘Ratu’. Ia bukan ‘ratu’ dari dunia, bukan karena keindahan dan kemewahan lahiriah. Maria sendiri menyebut dirinya ‘hamba Tuhan’. Ia ‘Ratu’ iman.

Dalam Doa Litani Perawan Maria, yang tradisional (PS 214), Maria mendapat gelar Ratu sebanyak 12, dari gelar “Ratu Para Malaekat” sampai “Ratu Pencinta Damai” atau Ratu Damai, yang kita rayakan hari ini. Dan dengan ‘gelar itu’, Maria menjadi Pelindung Kongregasi bagi para Suster “Putri Reihna Rosari” (PRR) dan “Serikat Maria Monfortan” (SMM). Juga gelar itu menjadi ‘pelindung’ Paroki, upama “Santa Perawan Maria Ratu (SPMR), gereja Blok Q di Kebayoran Baru, Jakata Selatan.

Dari pesta Liturgi Gereja, Bunda Maria dirayakan lima belas kali, di sepanjang tahun Liturgi, dari “Santa Perawan Maria, Bunda Allah”, tangga1 Januari sampai dengan pesta Bunda Maria “Terkandung tanpa noda” tanggal 8 Desember. Dan Keuskupan Agung Jakarta, tahun 2018 ini menambah gelar Maria – Bunda segala suku-, karena adanya ‘ancaman’ negeri kesatauan NKRI kita, yang terdiri dari macam-macam suku. “Kita Indonesia – Kita Bhineka”.

Dari sekian gelar-gelar Bunda Maria, ada empat gelar yang menjadi ‘Ajaran Pokok Gereja” yakni ‘Maria Bunda Allah’, ’Maria Perawan’, ‘Maria terkandung tanpa noda’ dan ‘Maria diangat ke sorga dengan jiwa raganya’.

Dalam Doa Pembukaan, pesta hari ini, Gereja memanjatkan doanya “Allah Bapa, Raja mahamulia, Engkau telah menentukan Bunda Putera-Mu, menjadi Bunda dan Ratu kami. Sudilah menyokong kami berkat doanya, agar kami memperoleh kemuliaan anak-anak-Mu”.

Doa: Ya Ratu pencinta damai, banulah agar semua bangsa bersatu padu, hidup rukun dan damai. Buka jalan iman bagi mereka yang belum mengenal Putra-mu, Yesus!

Janji: “Aku akan diam dalam rumah Tuhan, sepanjang masa” --- Mazmur 23:6

Pujian: Karena umat di salah satu Keuskupan kita belum bisa menerima Pembaruan Kharismatik Katolik (PKK), Persekutuan Doa (PD) dan Komuntias Kharismatik Katolik di sana, maka semua dengan PD KK di sana dengan nama gelar-gelar Bunda Maria, salah satunya PD Maria Ratu Damai.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

 

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.