MARIA YANG DIKARUNIAI
08 December 2021
Rabu, 8 Desember 2021
SP Maria Dikandung Tanpa Noda
Kejadian 3:9-15.20
Mazmur 98:1.2-3ab,3c-4
Efesus 1:3-6.11-12
Lukas 1:26–38
“Nyanyikanlah lagu bagi Tuhan , sebab Ia telah melakukan
karya agung” Mazmur 98: 1
TIAP TANGGAL 8 DESEMBER, Gereja merayakan pesta “Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda”. Akibat dosa pusaka, kita semua terlahir dengan noda dosa (Kej 3:9-15), kecuali Bunda Maria. Ajaran itu resmi itu diumumkan oleh Paus Pius IX, tanggal 8 Desember 1854, dalam Surat “Ineffabilis Deus” (Allah Yang keagunggan-Nya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata). Ini suatu penyataan iman kita yang penting dan mengajarkan kita bahwa Maria dikandung oleh ibunya meski secara normal tetapi ia terbebaskan dari noda Dosa Asal. Meskipun ini terasa sebagai suatu yang baru tetapi sebenarnya berakar dalam Kitab Suci, meski secara simbolis.
Maria akan menjadi Bunda Allah di masa datang setelah kelahirannya. Ia dipersiapkan oleh Allah sendiri agar menjadi tempat yang pantas dan layak bagi Sang Putera. Tanpa noda ini bukan karena pahala hidupnya melainkan melulu karena Puteranya. Semua gelar-gelar Maria itu selalu berkaitan dengan Puteranya, bukan karena diri Maria.
Berkat Maria mengatakan “Aku ini hamba Tuhan, Terjadilah padaku menurut perkataanmu” (Luk 1:38), Yesus menjelma menjadi manusia dan terlaksanalah penebusan umat manusia dari dosa pusaka dan dosa pribadi. Selanjutnya terciptalah tata kehidupan baru berkat karya penyelamatan-Nya dan Yesus Kristus menjadi pusat hidup kita, hidup yang dituntun oleh Roh Kudus.
Dan kita yang memperoleh karunia juga menjadi murid-murid Putera Maria, kita patut berterima kasih kepada Bunda Maria karena dia menanggapi tawaran Allah sehingga kita dan umat manusia sepanjang zaman boleh mengalami keselamatan. Maka tak cukup berdevosi kepada Bunda Maria, tetapi kita perlu menyatakan kesanggupan kita, menjadi pelaku-pelaku sabda Puteranya dan meneruskan karya penyelamatan Putera Maria. Dengan demikian karya keselamatan Tuhan Yesus Kristus pun bisa terjadi di seluruh dunia ini, khususnya di tanah kita ini. Dan kita berbahagia memperoleh karunia juga, yakni adanya tawaran Allah untuk berpartisipasi dalam karya keselamatan ini. (Hendry Wigin)
DOA: Tuhan, berikanlah kami hati seorang hamba agar kami melakukan apa yang Tuhan kehendaki.
JANJI : “Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa”. Mazmur 98:2
PUJIAN : Seratus tahun kemudian, 8 Desember, 1954, dalam memperingati seabad Dogma Maria dikandung Tanpa Noda, dirayakanlah Misa Konselebrasi di Gua Maria Sendang Sono, Kalibawang, Kulon Progo, sekaligus Gua Maria Sendangsono dinyatakan menjadi tempat peziarahan umum Umat Katolik.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ