MARILAH KITA SALING MENGASIH
14 May 2018
Selasa, 14 Mei 2018
Pesta St. Matias, Rasul
Novena Pentakosta Hari 4
Kis 1:15-17, 20-26
Mazmur 113:1-8
Yohanes 15:9-17
“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu”. ---- Yohanes 15:12
RASUL YOHANES mendapat julukan “Rasul Cinta-Kasih”. Dialah yang menyatakan bahwa “Allah itu kasih” (! Yoh 4:17). Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:9-17), diberi judul dalam pembagian ‘perikope’ yakni “Perintah supaya saling mengasihi.” Perintah baru, yakni “supaya kami saling mengasihi” (Yoh 13:34), ini mengalir dari Allah Bapa sendiri – yang adalah Kasih – telah mengasihi Yesus, Putera-Nya, dan Yesus mengasihi para murid-Nya ! (Yoh 13:34). Dan di sinilah tempatnya perintah baru itu sebagai murid-murid Yesus “supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15:12). Kita diminta untuk tinggal dalam Kasih- Nya (Yoh 15:9; 1 Yoh 4:16). Mengasihi Allah diartikan tidak membenci sesamanya. “Jikalau seorang berkata “Aku megasihi Allah” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barang siapa tidak megasihi saudaranya yang diihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya” (1 Yoh 4:20-21).
Dalam hal kasih, Rasul Yohanes juga membuat suatu pernyataan yang sangat dasariah , yang menyemangati kita sekaligus dasar iman dan pelayanan pewartaan kita: “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16).
Bila Allah telah lebih dahulu mengasihi kita secara luar biasa, maka apakah yang perlu kita lakukan untuk membalas semua itu? Sebenarnya Allah tidak mengharapkan balasan dari kita. Tetapi kita sendiri yang perlu memiliki kesadaran untuk menanggapinya. Karena kasih-Nya, kita memperoleh keselamatan dengan cuma-cuma, demikian pula kita teruskan kasih Allah akan keselamatan ini kepada sesama dengan cuma-cuma..
Untuk membalas kasih Allah itu, kita tidak mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan diri sendiri, tetapi perlu memohon bantuan Tuhan dan membiarkan Roh Kudus untuk memimpin dan membimbing kita. (DAG)
Doa: Ya Allah, lembutkanlah hati kami, agar kami mampu mengasihi sesama tanpa mengharapkan balasan.
Janji: “Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur” ---- Mazmur 113:7
Pujian: St. Matias, engkau memang hanya rasul yang menggantikan Yudas Iskariot (Kis 1: 21-26), adalah pribadi yang luar biasa, sehingga Allah sendiri yang memilihmu.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ