MAU BERMEGAH?

22 June 2019

Sabtu, 22  Juni 2019

St. Paulinus of Nola, St. John Fisher & St. Thomas More

2 Korintus 12:1-10

Mazmur  34:8-13

Matius 6:24-34

 

“...Atas diriku sendiri, aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku sendiri” --- 2 Korintus 12:5

 

SANTO PAULUS pernah mengkisahnya dirinya, “diangkat sampai tingkat yang ketiga  dari surga” (2 Kor 12:3). “Ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan mendengar kata-kata  yang tak-terkatakan” (2 Kor 12:4). Selain pewahyuan yang istimewa ini (2 Kor 12:7), Paulus tidak mendasarkan pewartaan pada kemuliaan surga, tetapi pada kelemahan dan skandal (batu sandungan) salib (1 Kor 2:2).

Dalam masyarakat zaman sekarang – seandainya Paulus hidup zaman ini- tentu dia ditawari main dalam film, diwawancarai untuk hasilnya dibukukan, dijadikan penceramah keliling, diminta menjadi tamu ‘talk-show’ berkisah dan berbagi pengalamannya surgawi. Siapakah orangnya yang tak tertarik mendengarkan gambaran keadaan surga? Jelas Paulus memiliki kesaksian pribadi yang dapat menarik banyak sekali pendengar, lalu ia dapat mewartakan Kabar Sukacita Injil! Tetapi Paulus sadar dan yakin bahwa kesaksian pengalaman surgawi yang ia alami sama sekali tidak sebanding dengan kekuatan dalam kelemahan penderitaan ! Mengapa ?  Sebab  “dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Kor 12:9). Maka tidak mengherankan kalau Paukus lebih suka “membanggakan akan kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku” (2 Kor 12:9).

Kita lalu dapat bertanya pada diri kita sendiri: Apa kelemahan - kelemahan diri kita sendiri? Apakah secara fisik kita ada keterbatasan? Ada rasa lelah dan capai karena menngurusi anak-anak kecil atau para lansia? Kita dikecam karena pandangan iman kita tentang kehidupan, dan tak ada dukungan atas penghayatan iman kita dalam keluarga atau masyarakat? Atau rasa-rasanya ada sesuatu dalam diri kita yang menghalang-halangi guna tampil  sekuat tenaga? (2 Kor 12:7).

Kalau demikian kita akan memperoleh kekuatan lebih daripada yang sebelumnya. Dalam kelemahan-kelemahan itu, Allah menyertai kita dan kuat kuasa Allah akan turun menaungi kita!

 

Doa: Bapa, rahmat-Mu sudah cukuplah untuk aku! (2 Kor 12:9)

Janji: “Sebab itu, janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahan-nya sendiri!” --- Matius 6:34

Pujian: Santu Thomas More (1478-1535) dijatuhi mati dengan dipenggal kepalanya oleh Raja Inggris Henry VIII. Dan di tahu 2000, Paus Santo Yohanes Paulus II, mengangkatnya menjadi pelindung para pimpinan politik.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.