MAUT BUKANLAH PENGUASA TERKAHIR

17 September 2019

Selasa, 17 September 2019

St. Robertus Bellarminus

1 Tim 3: 1-13

Mzm 101: 1  - 6

Lukas 7:11-17

 

“Ketika Tuhan melihat janda itu, tergerakklah hatonya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya, “Jangan menangis!” --- Lukas 7:13

 

WAKTU USKUP Timika, Mgr Johanes Filipus Saklil, tiba-tiba diberitakan wafat, awal Agustus lalu , hari berikutnya umat di Timika khususnya dari suku Komoro berduyun ke Rumah Duka , menangis keras-keras. Bukan saja hati mereka dan kita tergerak dan sedih, tetapi juga bercampur   kaget, bingung jadi satu.

Dari kisah Injil hari ini, tidak kaget kalau ibu– yang janda - kehilangan satu-satunya anak, sedih sekali. Kita juga rasanya tak bisa-bisa apa-apa kalau menghadapi ibu-ibu janda kematian anaknya yang tunggal. Yang bisa mengibur janda yang kehilangan anaknya, hanyalah Allah sendiri. Tuhanlah yang bisa memebri kekuatan.

Dalam situasi yang sama, Yesus berhadapan dengan janda yang bersedih berat. Yesus mengatakan kepada ibu janda itu, ‘jangan menangis’! Bagaimana mungkin ia tidak sedih dan menangis ? Mungkin yang dimaksud Yesus ialah jangan sampai air mata menarik iman dari kuasa ilahi. Maut tak pernah memiliki kata terakhir. Tetapi Tuhan Allah-lah yang kuasa penuh – Yang mempunyai ‘Sabda terakhir’ !

Buktinya? Kita baca dan renungkan apa yang terjadi berikutnya.  “Tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan”, Yesus lalu bersabda kepada pemuda itu “Hai anak muda, Aklu berkata kepadamu, bangkitlah!”. Dan dengan lembut hati Yesus menyerahkan anak muda yang telah bangkit dari mati itu kembali kepada ibunya.

Maut telah menjadi sarana harapan yang baru dan sarana untuk memuji dan memuliakan Allah, sang sumber hidup. Apa yang dilakukan Yesus kepada ibu janda di Nain itu, dengan penuh percaya dan penyerahan kepada-Nya, Ia-pun akan berbuat bagi kita!

 

Doa: Bapa, Engkaulah sang sumber kehidupan,dan sang Maha pemelihara kehidupan ! Tanamkanlah dalam-dalam imanku pada Kuasa Pemeliharaan-Mu!

Janji: “Mereka yang melayani dengan baik,  beroleh kedudukan yang baik,  sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus , mereka dapat bersaksi dengan leluasa !” --- 1 Timotius 3: 13

Pujian: Pastor Paroki menasehati para pro-diakon  di parokinya, agar dalam pelayanan ibadat terikatan atau peringatan arwah, yang penting adalah memberi hiburan iman kepada yang keluarga yang berduka.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.