MELAKUKAN BAGIAN KITA

12 November 2024

Selasa, 12 November 2024

Titus 2:1-8.11-14

Mazmur 37:3-4.18.23.27.29

Lukas 17:7-10


"Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." --- Lukas 17:10


KEWAJIBAN SEORANG hamba adalah melayani tuannya. Sang tuan tidak memiliki kewajiban untuk berterima kasih atas apa yang telah dikerjakan hambanya. Namun kita selalu diajarkan untuk selalu mengatakan terima kasih kepada siapapun yang di minta pertolongan oleh kita walaupun kita sebagai pimpinan,bos atau tuan.

Injil Lukas hari ini mengatakan sang tuan tidak mengucapkan terima kasih kepada hambanya yang telah melakukan segala sesuatu untuk tuannya bahkan seorang hamba baru akan makan setelah tuannya selesai makan. Karena memang ini sudah menjadi tugas yang harus seorang hamba lakukan. Namun dalam dunia sekuler seorang hamba atau karyawan ada yang memang disiplin dan tanggung jawab dengan pekerjaan dan tugasnya, namun ada juga yang kerjanya sesuka hati, datang sering terlambat, tugas dan tanggung jawab tidak di lakukan dengan baik, lalu mau tuntut upah besar, jabatan bagus? Demikian juga dalam dunia pelayanan kita mungkin telah mengerjakan banyak hal untuk Tuhan. Melayani di gereja, membimbing jiwa-jiwa yang hilang, memberi persembahan, pergi ke paroki-paroki pedalaman untuk memberi seminar, meninggalkan zona kenyamanan dan kesenangan duniawi. Lalu, semua hal itu membuat kita berhak mendapatkan karier bagus, pasangan hidup, keuangan dan masa depan cemerlang, serta semua hal yang baik?

Dengan angkuhnya, kita merasa Tuhan wajib memperhitungkan kebaikan dan kerja keras kita dengan menjawab doa atau mengabulkan keinginan kita. Namun, sadarkah kita bahwa Tuhan tidak berhutang apa­ apa kepada kita? Kita dipindahkan dari dunia orang mati, diangkat jadi anak-Nya dan memperoleh kehidupan kekal itu saja kita harus berterima kasih yang tak terhingga kepada Tuhan. Dengan cara apa kita bisa membalas Rahmat keselamatan yang begitu besar ini? Lewat perumpamaan di atas, Yesus ingin kita tahu bahwa kita hanyalah para hamba tak berguna, yang mengerjakan apa yang seharusnya kita kerjakan bagi Allah. Karena apa yang bisa kita lakukan untuk Tuhan tidak sebanding dengan keselamatan kehidupan kekal yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Oleh karena itu, mari sahabat Kristus lakukanlah bagian kita yang memang semestinya harus kita lakukan karena kita adalah hamba-Nya yang tak berguna. {Nai Li)


DOA: "Ya Bapa, terima kasih sudah mengingatkan bahwa kami adalah hamba yang tidak berguna, ajari kami untuk selalu taat melakukan semua perintah-Mu karena itu memang seharusnya kami lakukan untuk-Mu, Amin."

JANJI: "Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." - Mazmur 37:3-4

PUJIAN: Pada tahun 1609 Santo Yosafat ditahbiskan menjadi imam; delapan tahun kemudian ia menjadi Uskup Polotsk. Yosafat ternyata seorang uskup yang saleh dan keras terhadap dirinya sendiri, tapi murah hati terhadap sesamanya. Ia seorang rasul yang rajin, terutama giat dalam usaha untuk menciptakan persatuan Gereja. Hasilnya nyata: Rusia Putih kembali kepada ikatan cintakasih Kristus di bawah pimpinan wakilnya, Sri Paus di Roma. Banyak orang memusuhi dia karena iri hati terhadap semua usahanya itu. Meskipun demikian ia tidak takut. Ia bersedia mempertaruhkan nyawanya demi cita-citanya mempersatukan Gereja. Pada bulan Oktober 1623, ia pergi ke kota Witebesk, benteng orang skismatik dengan maksud menyampaikan kotbah yang jelas mengenai persatuan Gereja Kristus. Sementara itu musuh-musuhnya tetap mencari jalan untuk membunuhnya. Pada tanggal 12 Nopember sesudah Misa, beberapa penjahat masuk ke dalam kediamannya dan secara kejam menyerang dan membunuh pelayan-pelayannya. Uskup saleh ini tampil ke depan dan dengan berani mengatakan: "Aku inilah yang kamu cari. Mengapa kamu membunuh pelayan-pelayanku yang tak bersalah ini?" Yosafat kemudian dibunuh juga dan jenazahnya dibuang ke dalam sungai Dvina.Kemartirannya membuka mata banyak orang skismatik yang kemudian bertobat dan bersatu dengan Gereja Roma yang benar. Di antaranya ada seorang Uskup Agung Ortodoks, pemimpin kaum oposisi.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.