MELANGGAR ATURAN?
25 October 2021
Senin, 25 Oktober 2021
Roma 8:12-17
Mazmur 68:2,4,6-7,20-21
Lukas 13:10-17
“Kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: ‘Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat!’ Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya, ‘Hai orang munafik !....” Lukas 13:14-15
DELAPAN BELAS tahun lamanya, wanita itu telah hidup tersiksa, punggung bungkuk, tak dapat tegak berdiri, kepala tertunduk, mata tertuju ke tanah. Ia sama sekali tidak memiliki lagi harga diri sebagai manusia. Bukan setahun-dua tahun, tetapi delapan belas tahun ia harus menanggung beban derita.
Bagaimana kalau kita sendiri tersiksa seperti wanita yang disembuhkan Yesus itu? Kita merasa tersingkir dan tak ada orang yang mau menyapa apalagi mau mengusahakan ringannya derita. Dan Yesus berkenan memasuki hidupnya!
Wanita itu tidak meminta untuk disembuhkan, tetapi Yesus mengetahui benar sakit dan penderitaannya. Yesuslah yang memanggil dia. Dan Yesus meletakkan tangan-Nya atasnya. Dengan sentuhan-Nya penuh kasih, Yesus menyembuhkannya, sehingga ia dapat berdiri tegak untuk pertama kali selama delapan belas tahun.
Tetapi apa reaksi si kepala rumah ibadat ? Ia sangat gusar dan marah-marah, karena hari itu hari suci – hari Sabat, orang harus patuh pada adat dan peraturan. Tentu orang yang patuh pada hukum agama Yahudi merasa bahwa Yesus melecehkan hukum hari Sabat. Bila Yesus itu seorang ulama , mengapa Ia sampai melanggar hukum Sabat ?
Yesus tahu benar bahwa peraturan dan hukum itu adalah awal moralitas bukan akhir moralitas. Tidak cukup orang mentaati peraturan-peraturan. Kita harus juga mempertimbangkan dalam doa, apa kira-kira Tuhan kehendaki dari kita untuk bertindak dalam setiap situasi. Sebagai murid Yesus, kita perlu ingat akan perintah-Nya untuk mengasihi dan saling melayani. Ia memanggil kita untuk menggapai orang-orang yang berada dalam kesulitan, khususnya orang-orang yang terluka , yang miskin papa dan yang menderita dan tersingkir - sebagaimana Yesus lakukan terhadap wanita dalam narasi Injil Lukas hari ini. Mau dan beranikah kita?
DOA: Ya Tuhan Allah, bantulah diriku agar proaktif mencari apa yang benar dan tepat kulakukan dalam setiap situasi dalam membantu sesama.
JANJI: “Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu dan memuliakan Allah” --- Lukas 13:13
PUJIAN: Syukur dan pujian terus disampaikan kepada Allah oleh keluarga Tanuwijaya sebab terhindar dan kecelakaan maut dalam perjalanan pulang dari libur panjang akhir pekan. Tak lupa mereka mempersembahkan intensi syukur dalam Misa minggu berikutnya. (Oleh: S. Widjojo)
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ