MELAYANI DENGAN TULUS HATI
11 April 2022
Senin, 11 April 2022
Yesaya 42:1-7
Mazmur 27:1.2.3.13-14
Yohanes 12:1-11
Kata Yesus : “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku” –-- Yohanes 12:7
KETULUSAN HATI menjadi dasar kuat dalam melakukan kebaikan. Hati selalu membisikkan dengan lembut kepada kita akan kebenaran. Suara Hati tak pernah berdusta. Namun, kuatnya godaan duniawi membuat orang mengabaikan suara hati yang lembut itu. Sifat-sifat seperti misalnya ingin dipuji, ingin berkuasa, iri, tamak, sombong, menjadikan orang mengabaikan suara hati, dan akhirnya membuat orang jatuh dalam dosa. Tak terkecuali terjadi pada Yudas Iskariot, rasul yang pada akhirnya mengkhianati Yesus.
Enam hari sebelum Paska, Marta, saudari Lazarus, mengadakan perjamuan untuk Yesus di Betania. Salah seorang yang hadir di sana di antaranya adalah Lazarus. Ia bersaksi bagi Yesus yang telah menghidupkannya. Berbeda dengan Yudas yang tamak. Ia tidak dapat melihat ketulusan hati Marta, Lazarus dan Maria yang sedang melayani Yesus. Yudas menyayangkan Maria yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang dinilainya mahal sekali (Yoh 12:3).
Yudas melihat pelayanan lebih pada sisi untung rugi dari segi uang. Apalagi Yudas yang juga dikenal sebagai seorang pencuri. Ia sering mengambil uang kas yang dipegangnya. Sifat tamak ingin mendapatkan uang pula pada akhirnya membuat Yudas menyerahkan Yesus untuk dihukum mati (Yoh 12:4) Karena itu, Yesus menjawab perkataan Yudas dengan mengaitkan akan rencana pengkhianatannya. Dan lagi, apa yang telah dilakukan Maria adalah untuk mengingat hari penguburan-Nya. Yesus tahu bahwa saat kematian-Nya akan segera tiba, untuk menebus dosa kita umat manusia. (TON).
DOA : Ya Allah, ajar kami agar kami selalu dapat melayani Engkau dengan tulus hati!
JANJI: "Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? - Mazmur 27:1
PUJIAN: Penanggalan Liturgi mencantumkan pesta nama Gemma Galgani pada tgl 11 April. Dalam proses penyederhanaan, Namanya dihapus dari buku orang kudus resmi. Selama 18 bulan pada tangan dan kaki Gemma Galgani (1878-1903) nampak ada stigmata, yaitu luka-luka pada penyaliban Yesus. Ia dipanggil “Putri Kisah Sengsara” dan dinyatakan kudus pada tahun 1940 bukan karena pengalaman luar biasa, melainkan karena kesucian hidup dan kerendahan hatinya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ