MELAYANI MENYAMBUT EKARISTI
19 August 2018
MINGGU, 19 Agustus, 2018
Minggu Biasa XX
Ams 9:1-6
Mazmur 34:2-3, 10-15
Efesus 5:15-20
Yohanes 6:51-58
“Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga.,.... Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal.... ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” --- Yohanes 6:52.54.56
BEBERAPA PRODIAKON sibuk mengantar Hosti suci kepada umat di Lingkungan, yang tak dapat lagi pergi ke Gereja di hari Minggu karena usianya yang telah lanjut. Puji Tuhan tidak sedikit umat baik yang dewasa maupun yang muda bersedia melayani sesama sebagai pro diakon. Mereka telah menjalani latihan dan memperoleh SK. Diminta tiap Lingkungan memiliki pro diakon yang cukup untuk pelayanan di Gereja di hari Minggu dan khususnya mengntar Ekaristi untuk para warga yang berhalangan entah sakit atau usia lanjut.
Ekaristi menjadi jantung kehidupan kristiani. Umumnya umat telah sadar akan hal ini. Gereja selalu penuh umat dalam empat atau lima misa setiap hari Minggunya. Pro diakon juga sadar akan pelayanan mulia membawa Yesus kepada umat yang berhalangan. Mereka dinanti umat yang mengharapkan sekali kedatangan Yesus di hari Minggu.
Setelah sampai di tempat tinggal warga yang dituju, Pro Diakon lalu memulai pelayanannya. Ia membacakan Injil hari itu, memberikan ringkasan pokok homili lalu berdoa “Bapa Kami” bersama, dan doa singkat persiapan sambut. Pro Diakon dengan mengangkat hosti suci di hadapan warga yang duduk mau menyambut, berkata “Inilah Aak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang dundang ke perjamuan Tuhan”. Dan yang dikujungi menjawab: “Ya Tuhan aku tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah sja, maka saya akan sembuh”.
Setelah sambut Yesus dalam Ekaristi, tiba saat hening sejenak untuk berdoa pribadi. Pro Diakon menutupnya dengan doa sebagai ucapan syukur, doa untuk warga yang dilayani dan keluarganya, serta doa untuk pelayanan ‘mengantar Yesus dalam Ekaristis’.
Dalam Doa Ekaristi hari Minggu sebelum dan sesudah kita menyambut, umumnya kita terlena akan suasana doa yang seharus mengiringi saat-saat yang suci itu. Kutipan Injil hari ini mengingatkan kita akan hal itu “.... ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia”. Apakah kita manfaatkan saat suci itu sebaik-baiknya?
Doa: Bapa, tambahkanlah imanku akan kehadiran Yesus Putera-Mu dalam Ekaristi. Aku percaya Yesus ingin selalu menyertaiku, sebagaimana janji-Nya.
Janji: “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam Nama Tuhan kita Yesus Kristus, kepada Allah Bapa kita.” --- Efesus 5:20
Pujian: Pak Parjiyo mengajarkan kepada anak-anaknya, sekaligus memberi contoh, sewaktu saat Konsekrasi, Hosti dan Piala diangkat berdoa sambil menyembah “Ya Tuhan-Ya Allahku!”
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ