MELAYANI SESAMA = MELAYANI TUHAN ?

07 March 2022

Senin, 7 Maret 2022

Imamat 19:1-2.11-18

Mazmur 19:8.9.10.15

Matius 25:31-46


“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku” --- Matius 25:45

MELAYANI SESAMA dan melayani Tuhan merupakan dua hal yang mendasar atau utama, yang tidak bisa terpisahkan bagi orang percaya. Kita ingat akan penegasan rasul Yakobus, ‘Iman tidak diserati , makan iman itu pada hakekatnya  adalah mati ‘ (Yak 2: 17).  Penegasan itu bagi kita tidak hanya dalam  lingkungan Gereja saja, akan tetapi dalam lingkup masyarakat umum di mana kita berada , dalam hidup sehari-hari.

Melayani membutuhkan suatu komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama. Sumber inspirasi rohani yang mendorong kita bersemangat untuk melayani tidak lain Yesus sendiri, yang bersabda Anak Manusia datang ‘bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani’ (Mrk 10: 45). Yesus melakukan pelayanan-Nya pertama-tama kepada mereka yang terhina, terbuang, kotor dan berdosa, inilah yang dikendaki Bapa-Nya (Mat 25: 40, 45). Hal ini perlu kita camkan dalam hati dan kesadaran kita dan selanjutnya perlu kita ujudkan dalam perbuatan nyata, khususnya melayani mereka yang dipandang hina.

Bacaan Injil hari ini, mengingatkan kepada kita bahwa betapa pentingnya melayani sesama, sebab hal itu berkaitan erat dengan penghakiman hidup yang akan datang. Yesus telah memberi contoh dan menjadi teladan bagi kita. Kepedulian terhadap sesama terlebih kepada mereka yang terpinggirkan dan dipandang hina, harus kita pupuk dengan doa pribadi kita sehari-hari dan memohon dikuatkan niat dan tekad kita untuk melayani sesama khususnya yang paling hina. (Pieter Kanisius)

 

DOA: “Ya Tuhan mampukan aku untuk melayani-Mu yang hadir dalam diri sesama yang membutuhkan pertolongan. “

JANJI: “Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah   Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya”  Mazmur 19:9       

PUJIAN: Santa Perpetua († 203) dan Felisitas  adalah dua perempuan Kristen, dari Afrika Utara,  yang mati sebagai martir pada abad III dan dinobatkan sebagai Santa. Mereka menolak menyembah dan memberikan persembahan kepada dewa-dewi sebagaimana diperintahkan kaisar. Keteguhan iman ini, membuat mereka harus menerima konsekuensinya yaitu mereka harus menjalani hidup dalam penjara, disiksa dan dipancung dengan pedang tepat pada tanggal 7 Maret 203.

 Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.