MELAYANI YESUS SANG ANAK MANUSIA

15 December 2023

Jumat, 15 Desember 2023

Yesaya 48:17-19

Mazmur 1:1-2.3.4.6

Matius 11:16-19


“Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” --- Matius 11:19


IBU JULAI adalah seorang aktivitis di lingkungan RT (Rukun Tetangga), ia rajin melakukan kegiatan aktivitas pelayanan bersama teamnya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ada perbedaan pendapat dengan para pengurus yang lain, ia merasa benar dan menyalahkan orang lain, akibat peristiwa itu, bu Julai berhenti beraktivitas.

Injil hari ini adalah bagian dari pengajaran Yesus yang memberitakan Injil di kota-kota. Perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus menyiratkan secara jelas bagaimana Yohanes dan Yesus ditolak oleh bangsanya sendiri. Mengapa Yesus ditolak, karena orang Yahudi pada saat itu adalah bangsa yang tegar tengkuk (bdk Kel. 32:9), bangsa yang keras kepala, yang mempunyai kecenderungan untuk menyalahkan orang lain, bangsa yang sulit menerima pembaharuan meskipun apa yang mereka lihat dari semua yang dilakukan oleh Yesus adalah kebenaran yang berasal dari Allah.

Bu Julai adalah cerminan kita, bangsa Yahudi-pun adalah juga cerminan kita, bangsa yang tegar tengkuk, yang sering menyalahkan orang lain dan memandang diri sendiri sebagai kebenaran. Kalau saja bu Julai menyadari bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk melayani Yesus maka ia tidak akan berhenti, sebab ia akan menyadari bahwa aktivitas sesungguhnya adalah menerima Yesus dan sekaligus mau melayani-Nya, dengan demikian ia akan terus berkarya di lingkungan RT sampai satu periode yang telah ditentukan. Bekerja atau berkarya melayani Tuhan tidak identik di gereja. Di kantor, di rumah atapun di lingkungan RT dalam suatu kegiatan sosial adalah melayani Tuhan, sebab Injil hari ini sejalan dan seiring dengan nasihat rasul Paulus kepada umat di Kolose: Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Siswoyo Nugroho).

       

DOA: ”Yesus, bimbing aku, agar dimanapun juga Engkau mengutus aku untuk berkarya, kuingin lakukan semuanya semata-mata hanyalah untuk-Mu, Amin.”

JANJI: ”Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” - Mazmur 1:1-2

PUJIAN: Santa Nino/Nina adalah seorang gadis pengikut Kristus yang hidup pada abad ke empat. Ia diculik dan dibawa ke Iberia sebagai budak di negara yang belum mengenal Tuhan. Para penduduk bertanya kepadanya mengenai agamanya. Jawaban sederhana yang diberikan Nino kepada mereka adalah bahwa ia menyembah Yesus Kristus sebagai Tuhan.
Suatu hari, seorang ibu membawa bayinya yang sakit kepada Nino serta meminta nasehat bagi kesembuhannya. Nino membungkus bayi itu dengan mantolnya. Ia mengatakan kepada si ibu bahwa Yesus Kristus dapat menyembuhkan penyakit yang paling parah sekalipun. Kemudian Nino menyerahkan anak kecil itu kembali dan ibunya melihat bahwa anaknya telah sembuh. Ratu Iberia mendengar tentang mukjizat ini. Karena ratu sedang sakit, ia pergi menemui Nino dan sembuh. Ratu menceritakan seluruh kisah kesembuhannya kepada raja. Tak lama sesudahnya, raja tersesat dalam kabut tebal ketika sedang pergi berburu. Kemudian ia ingat akan apa yang diceritakan isterinya. Raja mengatakan bahwa jika Yesus Kristus mau membimbingnya pulang ke rumah dengan selamat, ia akan percaya kepada-Nya. Seketika itu juga kabut terangkat, dan raja memegang janjinya. Kemudian masyarakat memberi ijin kepada St. Nino untuk mengajar seluruh penduduk.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.