MELIHAT KEBAIKAN TUHAN
31 August 2021
Selasa, 31 Agustus 2021
1 Tesalonika 5:1-6, 9-11
Mazmur 27:1, 4, 13-14
Lukas 4:31-37
“Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselematan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” 1 Tesalonika 5:9
ADA ORANG-ORANG yang percaya akan adanya Tuhan tetapi mereka berpandangan bahwa Tuhan Allah masa bodoh akan kehidupan kita sehari-hari. Hidup kita setelah mati nanti tergantung hidup kita sekarang: apakah kita lebih banyak berbuat baik, atau lebih banyak berbuat jahat?
Ada lagi orang yang memiliki gambaran Allah sebagai ‘polisi’. Tuhan memberi peraturan yang harus kita patuhi benar-benar. Ia mengawasi kita.
Kalau kita melanggar, kita dihukum. Tuhan sekanakan jeli melihat kesalahan-kesalahan kita yang kecil-kecil. Dan ini membuat hidup orang tidak tentram. Orang selalu merasa was-was.
Membaca surat Paulus kepada umat di Tesalonika, nampaknya umat di sana dalam keadaan tidak nyaman hidup mereka. Mereka percaya kedatangan Tuhan Yesus yang kedua sudah dekat. Tetapi ada dari mereka yang merasa tidak siap, merasa ketakutan akan dihukum Tuhan.
Dalam surat itu Paulus memberi hiburan dan peneguhan dengan sabar kepada umat di Tesalonika. “Kamu semua adalah anak-anak anak-anak terang dan anak-anak siang. …baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus Tuhan kita. … dan kita hidup bersama dengan Dia” (1 Tes 5:5,8-10).
Santo Yohanes dalam suratnya juga menegaskan kita bahwa kita tak perlu taku, sebab Allah itu kasih, “Kita telah mengenal dan percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih” Dan, “... Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1 Yoh 4:9-10). Maka, keselamatan, kebebasan dan kedamaian itulah yang menjadi kehendak Tuhan bagi kita semua, bukan kemarahan, hukuman dan beban dosa-dosa kita. (SW)
DOA: “Datanglah ya Yesus ke dalam hati kami agar kami lebih memahami luas dan dalamnya kasih Allah.”
JANJI: “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku haris takut.” Mazmur 27:1
PUJIAN: Dalam ajaran hidup rohani dikenal suatu istilah ganggu suara hati yakni ‘skrupulus’ – seakan ada kerikil dalam bati yang sering menggangu. Melihat di sana-sini melanggar atau berdosa, meski sebenarnya bukan salah dan dosa sama sekali. Ini disebabkan pandangannya tentang Tuhan lebih sebagai pengawas yang terus memata-matai kita.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ