MELIHAT LEWAT AIR MATA
22 November 2018
Kamis, 22 November 2018
St. Sesilia, PrwnMrt
Wahyu 5:1-10
Mazmur 149:1-6a,9b
Lukas 19:41-44
“Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya!” --- Lukas 19:41
GEREJA DIPERBARUI lewat ‘lembah air mata’. Kita tidak hanya berdoa dan bekerja untuk pembaharuan Gereja, tetapi kita juga dengan menangis. Kita akan melihat cahaya lewat air mata kita, kalau benar-benar kita mencintainya dan menangis sejadi-jadinya (Why 5:4), agar Yesus berkenan membuka gulungan kitab (Why 5:5), maksudnya agar Dia mau membukakan apa yang menjadi rencana-Nya bagi pembaruan Gereja. Tuhan ingin memberikan kepada kita kepenuhan pengetahuan dari kehendak-Nya lewat kebijaksanaan dan pengertian batin yang sempurna (Kol 1:9). Dia mengetahui kalau kita tanpa suatu wahyu, kita akan liar (Amsal 29:18).
Tetapi tentu iblis mencoba untuk menghalang-halangi kita agar tidak menerima pewahyuan Allah guna rencana pembaruan Gereja (Dan 10:12-13). Bila kita terus berseru dalam sikap tobat akan dosa-dosa dan dalam rasa cinta mendalam akan Allah dan sesama, kita tentu akan memperoleh pesan, melihat cahaya dan memperbarui Gereja. Bisa kita berhenti menangisi diri sendiri? Dapatkah kita mulai menangisi untuk Gereja. Dapatkah anda karena cinta untuk terus menangisi? Nanti Tuhan akan berkenan menggunakan kita untuk memperbarui Gereja. Dan yang akan terjadi ialah keluarnya air mata kegembiraan.
Doa: Bapa, berilah daku semangat dan tekad baru untuk selalu melayani Gereja-Mu.
Janji : “Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru. Pujilah Dia dalam jemaat orang-orang saleh” --- Mazmur 149:1
Pujian: Seperti Yesus, Santa Sisilia, pelindung para pemusik, yang kita peringati hari ini, menjadi sempurna lewat penderitaan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ