MELIHAT TUHAN DAN MEMBERITAKANNYA
03 April 2018
Selasa, 3 April 2018
Kisah Para Rasul 2:36-41
Mazmur 33:4-5,18-19,20,22
Yohanes 20:11-18
Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!"---- Yohanes 20:18
APAKAH ANDA pernah ‘melihat’ Tuhan seperti yang dialami Maria Magdalena (Yoh 20:18) ? Saya yakin jawabannya adalah TIDAK, bila yang kita maksud adalah melihat secara fisik. Tetapi bila dikatakan bahwa kita ‘melihat’ Tuhan secara rohani, sebagai pengalaman iman, maka kita pun pasti pernah mengalaminya. Yang dimaksud dengan ‘melihat’ Tuhan dalam hal ini: “ Adalah berjumpa dengan Tuhan dan mengalami kasih Tuhan yang tercurah kepada kita secara pribadi.”
Tuhan sebenarnya selalu hadir dalam hidup kita, tetapi kita yang sering menutup mata hati sehingga tidak dapat melihat-Nya. Dia selalu menolong, membimbing, dan mengarahkan kita ke jalan yang benar. Maka yang perlu kita lakukan ialah memuji, menyembah serta memohon dan berserah kepada-Nya.
Kalau kita sudah ‘melihat’ Tuhan dan berjumpa dengan-Nya, maka apa yang perlu kita lakukan selanjutnya? Tentu saja Tuhan tidak menginginkan kita hanya berdiam diri, berdoa dan membaca Alkitab di dalam Gereja. Dia menginginkan kita untuk pelayanan, yakni memberitakan kabar baik yang telah kita alami itu kepada orang-orang lain yang berada di sekitar kita. Kita bersaksi kepada sesama yang kita jumpai akan kebaikan-Nya. Itulah tugas dari Tuhan Yesus sendiri bagi semua murid-Nya yang telah dibaptis dan menerima Dia sebagai Tuhan dan JurucSelamat pribadi. Hal ini dikenal sebagai Amanat Agung ( Mat 28:18-20).
Jadi tugas kita sebagai anak-anak Allah adalah melakukan evangelisasi, pewartaan kabar baik kepada orang lain. Bila kita belum tahu cara untuk mewartakan Kabar Baik itu, maka ada dua hal yang perlu kita lakukan, yaitu:
- Memohon karunia Roh Kudus, yang akan memampukan kita untuk melakukan tugas-tugas Allah yang diberikan kepada kita (bdk. Kis 2:38).
- Belajar melakukan hal tersebut dengan jalan mengikuti Kursus/ Sekolah Evangelisasi Pribadi (KEP / SEP). Latihan ber-Evangelisasi ini telah tersebar hampir di seluruh Keuskupan di Indonesia, diselenggarakan di paroki-paroki kita.
Evangelisasi dapat dilakukan secara wajar-wajar saja, tanpa kita rancang, yakni dalam bentuk sikap hidup kita yang menggambarkan kepribadian Kristus: baik hati, mudah tergerak untuk menolong, mengampuni dls. Tetapi bila dibutuhkan kita juga dapat melakukannya secara terang-terangan , yaitu dengan mewartakan ajaran-ajaran Yesus yang terdapat di dalam Alkitab dan Ajaran Gereja, membawa kembali saudara-saudari kita yang telah lama tidak ke Gereja. Jadi marilah kita mewartakan Kabar Baik kepada semua orang di sekitar kita. Amin. (DAG)
Doa: Ya Allah, bangkitkanlah semangat dan keberanian dalam diri kami untuk terus mewartakan Engkau kepada orang-orang lain.
Janji: “Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada” ---- Mazmur 33:9
Pujian: St. Teresa dari Calcuta, engkau mewartakan Tuhan dengan melakukan pelayanan kepada orang-orang yang terbuang dan tersisihkan secara murni, tanpa tujuan untuk menguntungkan diri sendiri, dan juga tanpa membeda-bedakan bangsa, agama, dan hal-hal lainnya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ