MEMANTULKAN TERANG KRISTUS
28 January 2021
Kamis, 28 Januari 2021
St. Thomas Aquino
Ibrani 10:19-25
Mazmur 24:1-6
Markus 4:21-25
“Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian” --- Markus 4:21
PAK AGUS KARNO menganggap dirinya yang paling tahu dan kenal istrinya daripada orang lain. Tetapi ia sangat kaget dan tergoncang sewaktu melihat banyaknya orang yang datang melayat memberi penghormatan terakhir di hari akhir Misa sebelum penutupan peti jenasah istrinya, bu Agnes Lastri, yang dua hari sebelumnya meninggal. Beberapa pastor, bukan hanya pastor parokinya saja, tetapi pastor dari paroki sebelah, dan suster datang bergantian. Demikian juga warga paroki, bukan hanya dari Wilayah di mana dia tinggal, tetapi juga umat dari paroki lain, berdatangan berdoa untuk arwah ibu Lastri. Dua hari tanpa henti orang datang, sejak pengumuman kematian sampai hari penguburannya. Macam-macam orang datang mengucapkan bela duka kepada keluarga pak Karno. Anak-anak jalanan dan gelandangan datang melayat; anak-anak dari Panti Asuhan Ignasia juga mendatanginya, beberapa ibu aktiviis ‘gender’.
Pelbagai tamu berdatangan melayat istrinya membuka mata pak Karno. Teryata istrinya melakukan pelbagai macam kegiatan sosial karitatif selama hidupnya yang ia tidak sadari. Istrinya telah banyak berbuat baik kepada yang membutuhkan sebagaimana Kristus sendiri ajarkan. Pak Karno mengakui bahwa dirinya selama ini kurang sekali mengenal istrinya dengan baik.
Dengan pelbagai kegiatan karitatif Bu Lastri telah meletakkan ‘pelita di atas kaki dian’, sehingga menyinari banyak orang. Sebagaimana bulan menghadapkan ‘wajahnya’ kepada matahari lalu bisa memantulkan cahaya di malam hari. Demikian juga Bu Agnes Lastri selalu menghadapkan hati dan budinya kepada Yesus sang Terang Dunia dalam doa, renungan dan Adorasi, sehingga ia dapat memantulkan kasih Yesus kepada orang-orang di sekeliling, tanpa membeda-bedakan siapa mereka.
Itu semua akan menjadi ‘ukuran’ bagi Tuhan yang akan diterapkan pada ibu Lastri. Di akhir bacaan Injil hari ini, Yesus sendiri bersabda, “Ukuran yang kami pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu dan malah akan ditambah lagi kepadamu” (Mrk 4: 24).
Demikian juga dalam hidup ini, apa yang kita terima dan alami juga tergantung pada yang kita lakukan bagi orang-orang lain. Kalau kita murah hati, senang membantu dan menolong, kita akan mudah mengalami hal yang sama dari orang-orang lain, juga sampai saat ajal kita.
Kita semua dipanggil dan diutus untuk berbagi ‘terang’ yang ada dalam diri kita berkat terang Kristus yang menerobos dada kita dan meresapi hati kita. Biarkan orang-orang merasakan bisa berjalan dalam terang-Nya lewat kita. (SW)
DOA: Ya Yesus, buanglah rasa malu untuk berbuat baik kepada tetangga kami yang membutuhkan bantuan.
JANJI: “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentangpengharapan kota, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia” --- Ibrani 10:23
PUJIAN: Hari ini kita peringati St. Thomas Aquinas (1223-1274). Ia sangat menghormati Sakramen Mahakudus. Dia-lah yang mencipta lagu “Adoro Te devote” dan “Pange Lingua Gloriosi”, yang berakhir dengan bait ketiga “Tantum Ergo Sacramentum” yang selalu kita nyanyikan pada waktu pentahtaan Sakramen Mahakudus di Hari Jum’at Pertama.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ