MEMBANGUN RUMAH ALLAH

24 December 2019

SATU  PERJAMUAN

DESEMBER  2019

 

Selasa, 24 Desember 2019

Pagi:

2 Sam 7:1-5,8-12,16

Mazmur 89:2-5,27,29

Lukas 1:67-79

 

“Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?” --- 2 Samuel 7:5

 

TIAP ORANG – khususnya anak-anak muda – tentu mempunyai mimpi – memiliki cita-cita yang tinggi! Juga ada yang sudah bermimpi, ‘kalau aku sudah tidak tinggal di sini, kalau aku sudah meninggal, aku ingin sekali ada kenangan yang yang patut diingat oleh anak cuku dan para sahabat mudaku! Lupakanlah ambisi pribadi, lupakan cita-cita menjadi kaya raya ! Apa yang ingin kita buat dan selesaikan nanti untuk kesejahteraan sesama atau demi kemuliaan Tuhan?

Dalam hal ini Raja Daud tahu jawabannya akan pertanyaan ini! Ia berencana akan mendirikan bait suci bagi Tuhan. Kiranya hal ini adalah suatu cita-cita dan gagasan  yang keren bagi setiap orang, juga Nathan, sang nabi istana!  Tapi Allah menolaknya. Tuhan tidak tertarik akan rencana Daud untuk membalas budi  kepada Tuhan akan apa saja yang Tuhan telah lakukan untuknya. Sebaliknya Tuhan Allah malah berjanji kepada Daud sesuatu yang lebih luhur dan besar, yakni membangun rumah, dalam pengertian ‘kerajaan’, yang akan berlangsung selamanya. Mungkin pikir raja Daud kerajaan itu sudah ada, tetapi Allah menegaskan, “Tidak” atau “Belum ada!”. Tuhan baru akan memulainya!

Di Malam jelang pesta Agung Natal ini, kita tersadarkan bahwa kita berhadapan dengan Janji Allah kepada Daud yang telah lama terucapkan, yakni Janji yang mendapatkan pemenuhannya dalam peristiwa Kelahiran Yesus. Dijadikannya Daud sebagai Raja Israel hanyalah suatu awal yang Tuhan ingin lakukan  lewat dia dan para keturunannya. Dan Daud sama sekali tidak bisa menyaksikannya, sebab dia kurang besar dan megah dalam memimpikannya.

Malam ini ratusan juta orang akan merayakan Hari Agung Natal, Kelahiran sang Juru Serlamat. Mereka membanjiri Gereja-gereja yang didirikan oleh Allah. Bersama para malaikat umat itu akan menyerukan kidung “Kemuliaan bagi  Allah di tempat yang mahatinggi”. Dalam Ibadat Natal ini, jauh lebih banyak umat yang datang bila dibanding dengan jumlah yang ke gereja di hari-hari Minggu.

Apakah kita tahu mengapa? Sebabnya ialah,Tuhan menarik orang-orang itu! Apapun latar belakang mereka, bangsa atau suku apa, kedudukan tinggi atau biasa, pandai mau pun sederhana daya tangkapnya, bangsa atau suku apa, kedudukan tinggi atau biasa, beriman kuat atau lemah! Tuhan Allah menarik atau mengundang mereka masuk ke ‘rumah’, dan Tuhan membangun ‘iman mereka’.

Mari kita bermimpi yang besar-besar! Mimpikan semakin banyak saudara-saudari kita di beberapa negeri di Cina atau India dan Afrika maupun di negeri Asean ini, di negeri kita sendiri, adanya berbondong-bondong orang yang berdatangan ke gereja. Tuhan belum selesai membangun ‘rumah-Nya’. Ia ingin sekali membangun ‘rumah-Nya’ di hati kita semua !

 

DOA: “Segala hormat dan puji tertuju kepada-Mu, ya Tuhan, Yesus Kristus. Dikaulah ‘pembangun’ hidupku dan membangun seluruh Gereja. Aku menyembah-Mu”

JANJI: “Telah Ku-ikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud hamba-Ku, Aku akan menegakkan anak-cucumu untuk selama-lamanya dan membangun tahtamu turun temurun” --- Mazmur 89:4-5

PUJIAN: Jelang Natal, di semua paroki selalu ada Upacara Pembaptisan Dewasa, dari keluarga-keluarga non-katolik.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.