MEMBATINKAN KEBIASAAN BARU
22 September 2020
Selasa, 22 September 2020
Amsal 21: 1-6, 10-13
Mazmur 119: 1.27.30.34-35.44
Lukas 8:19-21
“Biarkanlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya”-Mazmur 119:35
LIMA BULAN dalam suasana di tengah wabah, kita dilatih untuk masuk ke dalam ‘suatu kebiasaan yang baru’. Istilah keren ‘New Normal’. Dilatih: – memakai masker, jaga jarak, cuci-tangan, hindari kerumunan dsb. Hal itu langsung sebagai perintah – bukan himbauan- malahan didenda kalau kita tidak melakukannya. Tatatan baru itu lalu kita ‘internalisasi’ atau kita batinkan. Kemudian, itu semua kita lakukan secara spontan, tanpa disuruh, menjadi ‘koderat kita yang baru’, berujud perilaku. Apalagi kalau hal itu diberikan oleh Penyuluh yang kita segani.
Begitulah protokol yang menjelma menjadi ‘perintah’ itu bekerja dalam pola hidup kita. Mungkin saat ini kita bisa mengucap syukur atau terima kasih dan senang melakukannya, karena tujuannya demi Kesehatan diri kita dan sesama. Tetapi awalnya kita ngomel waktu diperintah dan harus kita laksanakan protokol itu.
Ayat Mazmur terkutip di atas sangatlah relevant dalam konteks ini. Penulis Mazmur mengenal benar, Allah adalah ‘Penyuluh’ yang kita hormati dan segani. Ia seperti orang-tua kita yang sempurna mengenal benar kekuatan dan kelemahan kita. Perintah-perintah yang pemazmur lihat adalah semua merupakan rencana Allah yang bertujuan untuk kebaikan, untuk keselamatan Umat-Nya. Perintah-perintah Allah tersebut dirancang untuk menempatkan kita dalam jalan menuju kebahagiaan kita. Itulah jalan yang kita benar-benar sukai.
Dan bagaimana kita sendiri? Apakah kita juga dapat menemukan kasih Allah dalam perintah-perintah yang Ia berikan kepada kita? Dulu dalam kelas kita dengan senang melakukan tugas yang diberikan guru, apakah guru tersebut hadir atau tidak. Kita berperilaku selaras pola hidup yang diajarkan orangtua, baik orangtua itu masih hidup atau tidak. Bisa saja kita mengatakan ‘ah Allah tidak melihat’, tetapi sebenarnya Allah ada dan berjalan selalu di samping kita setiap hari. Ia selalu siap membantu kita, terus membentuk kita agar menjadi selaras dengan ‘gambaran-Nya’. Ia berkomitmen memelihara kita dan mencintai kita agar kita tetap di jalan yang benar dan membuat kita senang menjalani perintah-perintah-Nya.
Patutlah kita bersyukur kepada-Nya. Kita mohon agar Tuhan berkenan menunjukkan perintah apa yang hendaknya kita jalankan yang membuat Dia berkenan: Mungkin kita diharapkan rajin dalam belajar! Berani bersaksi di tempat kerja, atau benar-benar melayani keluarga kita dengan kasih . (SW)
DOA: Bapa, terima kasih bahwa Bapa tak pernah bosan dengan diriku. Mampukan aku untuk suka dan senang melaksanan kehendak-Mu.
JANJI: ”Ibu-Ku dan saudara-saudari-Ku ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”---Lukas 8:21
PUJIAN: Pak Pardi -pendamping setia OMK di parokinya- yang dihormati dan disegani anak muda. Banyak anak muda anggap ringan adanya protokol baik dalam hidup bersama maupun dalam Tata Ibadat. Anak muda bukan tidak disiplin, tetapi mereka belum mampu membatinkan aturan protokol demi keselamatan diri, teman serta keluarganya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ