MEMBAWA AJARAN BARU
03 September 2021
Jumat, 3 September 2021
St. Gregorius Agung
Kolose 1:15–20
Mazmur 100:1b-2, 3, 4, 5
Lukas 5:33-39
“Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur.” Lukas 5:37
ORANG ISRAEL takjub dengan pengajaran yang baru penuh wibawa dari Yesus. Mereka juga kagum akan mujizat yang dilakukan Yesus sehingga semakin banyak orang mengikuti Yesus. Karena hal itu, orang-orang Farisi mulai iri hati dan berusaha menjatuhkan harga diri Yesus di depan banyak orang, dengan berkata kepada Yesus, “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.” Namun Yesus tahu di balik kritikan tersebut bahwa sesungguhnya bukan persoalan puasa atau tidak puasa melainkan mereka selalu mencari-cari kesalahan dari Yesus.
Yesus menjawab kritikan mereka dengan mengatakan: “Dapatkah sahabat mempelai lakilaki disuruh berpuasa, sedangkan mempelai itu bersama mereka?”Tradisi pernikahan orang Yahudi pada jaman itu melarang orang berpuasa saat perjamuan kawin karena dianggap tidak menghormati mempelai. Yesus mau mengatakan Puasa bukan ditentukan oleh waktu pelaksanaannya, karena orang Farisi pada saat itu terbiasa sebagai berpuasa 2 x seminggu (Luk 18:12). Makna puasa bukan berapa kali dalam seminggu dan ketaatan dalam melaksanakan adat tradisi tindakan saleh.
Dalam menanggapi, Yesus memberikan ajaran yang baru yang salah satunya tentang berpuasa dengan memberi dua perumpamaan yaitu:
- Baju yang tua tidak cocok ditambal dari secarik kain dari baju baru.
- Anggur baru tidak dapat disimpan dalam kantong anggur yang lama.
Baju lama = anggur lama adalah ajaran Taurat atau tradisi nenek moyang. Sedangkan Baju baru = anggur baru adalah Ajaran Yesus.
Yesus ingin mengatakan ajaran atau tradisi agama orang-orang Farisi sudah tidak cocok dengan Ajaran Yesus. Karena puasa seharusnya dimaksud untuk mendekatkan rohani kita kepada Tuhan bukan agar dirinya kelihatan lebih rohani dibanding orang lain. Puasa bukan untuk membuat keinginan-keinginan kita dikabulkan Tuhan namun Puasa menjadi latihan rohani kita untuk mengetahui kehendak Tuhan pada kita.
Jadi, orang yang sudah menerima dan mengalami kasih Yesus seharusnya menjalani hidup sesuai dengan ajaran Yesus dan harus melepaskan ajaran yang lama, seperti ajaran nenek moyang dan adat istiadat nenek moyang. (HW)
DOA: “Allah Bapa yang maha pengasih, ajarilah kami melakukan puasa guna mengenali kehendak-Mu akan diriku.”
JANJI: “Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun.” Mazmur 100:5
PUJIAN: Santo Gregorius Agung (540-604) yang kita peringati hari ini merupakan salah seorang Paus terbesar dalam Sejarah Gereja. Ia menulis banyak buku, seorang pengkhotbah yang ulung, kemudian menggubah, mengumpulkan dan membukukan lagu-lagu Liturgi hingga sampai saat ini nyanyian liturgi berbahasa Latin tersebut masih tetap diasosiasikan dengan diri Paus (lagu-lagu Gregorian). Paus Gregorius juga mengirimkan para biarawan untuk menyebarkan iman Kristiani ke Inggris, Perancis, Spanyol dan Afrika.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ