MEMBAWA KABAR GEMBIRA BAGI ORANG - ORANG

24 August 2022

Rabu, 24 Agustus 2022 

St. Bartolomeus

Wahyu 21: 9b-14

Mazmur  145: 10-13ab, 17-18

Yohanes 1: 45-51

 

“Kami telah menemukan Dia, yang disebut Musa  dalam Kitab Taurat dan oleh para nabi yaitu Yesus, anak Yusuf, dari Nazaret”

Yohanes 1: 46

 

         HARI INI kita rayakan pesta Santo Bartolomeus . Kita sangat sedikit mengenal kisahnya. Sudah dalam tradisi kuno pribadi Bartolomeus itu adalah ‘Natanael’ yang kita kenal dengan kisah panggilannya hari ini. Dalam Injil disebut berdua Filipus dan Natanel, bukan Bartolomeus.

         Kalau kita baca panggilan Natanael oleh Yesus, kita bisa berpikir-pikir ternyata ada macam-macam cara Yesus memanggil dan membawa orang-orang ke iman. Nampaknya telah biasa Yesus memilih cara dan sarana yang tersedia untuk  memilih tiap pribadi secara khsusus. Kepada Natanael Yesus secara profetis berbicara tentang janji surgawi. Kepada Filipus dan Andreas, Yesus dengan ramah mengundang keduanya, “Datanglah, kamu akan melihat” (Yoh 1: 39). Matius dipanggil-Nya dengan cara hadir dalam perjamuan perpisahan dengan teman dan sahabat Matius, tukang penarik pajak (Mat 9:10). Dan sewaktu Simon Petrus dipanggil dengan peristiwa yang dramatis yakni penangkapan ikan yang luar biasa jumlahnya (Luk 5:40). Apapun cara dan sarana yang digunakan Yesus memanggil orang, orang-orang itu menanggapi-Nya dan bertobat.

         Maka sama sekali tak mengherankan kalau Yesus terus bertindak dengan cara dan sarana yang sama di zaman ‘digital’ ini. Dan yang mengagumkan lagi ialah Yesus berkarya dengan cara demikian itu lewat kita-kita ini. Ia ingin agar kita menjadi pribadi yang cerdas sekaligus juga dapat menyesuaikan diri dengan keadaan, sebagai mana sewaktu Yesus masih hidup di bumi.

         Apakah kita-kita pribadi yang lebih ‘pendiam’ atau pribadi yang mudah bergaul dan akrab serta ‘ramah’, pribadi yang berpikir dan merenungkan dulu, atau pribadi yang spontan dan cepat tanggap dan bertindak, kita semua memiliki karunia-karunia dan ciri-ciri kepribadian yang dapat kita gunakan untuk mewartakan Injil.

         Yesus juga menyadari tidak mudah bagi orang zaman sekarang langsung berbicara dan mewartakan Yesus. Tetapi kita menyadari bahwa banyak orang yang sangat rindu sekali mendengar tentang Yesus. Bila kata-kata dan sikap serta perbuatan yang sederhana saja bisa memiliki dampak kepada orang lain, apalagi kalau  kita mempersembahkan karunia dan talenta yang Tuhan  anugerahkan  kepada kita untuk tugas pewartaan  Injil.

         Natanael atau Bartolomeus menjadi ‘rasul’, sebab Yesus berani mengambil resiko dengan berbincang dengannya tentang ‘langit’ dan ‘bumi’, serta lalu menjadi bincang-bincang yang menyenangkan. Perbincangan ini yang dinaungi dan diurapi Roh Kudus, merubah hidup Natanael. Dan, Natanael menerima Yesus dengan pengakuannya, “Rabbi, Engkaulah Anak Allah, Engkau Raja orang Israel” (Yoh 1: 49). Kepada Natanael sebelumnya, Filipus hanya berkata, “Mari dan lihatlah!”, dan kalimat pendek itu membuka mata Natanael.

         Di hari pestanya ini kita juga berdoa agar mata   kita terbuka untuk dapat melihat sang Anak Allah,  Raja Israel, hadir dan berada di tengah kita, malahan juga hadir di tengah kalangan orang-orang kecil terpinggirkan. (S.W).

 

DOA :  “Tuhan berilah diriku rasa percaya diri dalam menggunakan segala karunia dan talenta guna kemuliaan-Mu. Bantulah diriku mampu  mewartakan Kabar Gembira kepada orang sekeliling ku”.

JANJI  : “Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.  Tuhan dekat dengan setiap orang yang berseru kepada-Nya, dan pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan”  Mazmur 145: 17-18

PUJIAN: Natanael - bar Tolomai, atau Natanael. Dikenal sebagai Bartolomeus- anak Tolomai.  Peringatan Bartolomeus diadakan pada tanggal 24 Agustus  untuk Gereja di Barat, sedangkan tanggal 11 Juni di Gereja Orthodox. Bartolomeus wafat  di Armenia, dengan disalib. Sebelum disalib dia dikuliti dulu. Bartolomeus menjadi pelindung negeri Armenia.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.