MEMBERI ISINYA….
12 October 2021
Selasa, 12 Oktober 2021
Roma 1:16-25
Mazmur 19:2-3, 4-5
Lukas 11:37-41
"Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu." Lukas 11:41
KEHADIRAN ALLAH di dalam hati manusia menjadi suatu kerinduan, karena pada dasarnya kita berasal dari Allah (bdk 1:Yoh 4:4). Hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat penting atau esensial. Kalau Allah hadir dalam hati manusia, maka Allah memerintah hidup kita, manusia, lewat dan di dalam hati manusia. Dan ini tidaklah kelihatan oleh mata kita.
Tetapi tidaklah demikian cara berpikir dan bertindak kaum Farisi di zaman Yesus. Mereka itu sebenarnya bukanlah orang-orang jahat. Mereka ingin melayani Allah dengan cara yang terbaik menurut mereka. Sayangnya dalam proses mereka sangat hati-hati akan hal apa yang orang lain nanti lihat dalam perilaku hidup mereka, tetapi masa bodoh akan hal apa yang hanya Allah-lah yang dapat lihat. Maka orang Farisi lalu melakukan segalanya yang benar tetapi hanya yang bagian luarnya (biar dilihat orang). Dan ini mereka usahakan dan lakukan dengan teliti sampai hal yang sekecil-kecilnya, tetapi mereka tak pernah mau melakukan apa yang paling penting atau esensial, yakni hati mereka.
Dalam Injil hari ini, mereka mencela keras Yesus karena tidak mencuci tangan sebelum makan. Yesus dipandang tidak mentaati adat kebiasaan yang diwajibkan yakni mencuci tangan sebelum makan. Pada dasarnya menyuci tangan sebelum makan adalah hal yang baik, demi menjaga kebersihan dan kesehatan. Tetapi sebenarnya ada yang jauh lebih penting dan esensial dari pada sekedar ‘kesehatan’ – kebersihan tangan sebelum makan. Begitulah cara berpikir dan bersikap orang Fariisi yang menuntut banyak energi untuk memastikan kebersihan lahiriah dengan mengorbankan atau melupakan kebersihan hati dan batiniah.
Di situlah Yesus ingin meluruskan cara pandang orang Farisi yang mengundang-Nya untuk makan, yakni agar dia lebih memikirkan dan mengusahakan hal yang esensial. Itulah hal yang tidak kelihatan oleh mata telanjang tetapi tidak oleh Allah.
Di dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajak kita dengan bersabda ”berikanlah isinya sebagai sedekah…” (Luk 11: 41), maksudnya agar kita melakukan yang paling penting dan esensial, yakni bertobat dan menghasilkan ‘kebersihan hati dan budi kita’. Itulah yang kita persembahkan kepada Allah. Dan itulah yang menguduskan kita.
Dalam Doa Tobat, kita mengucap “hapuskanlah segala kesalahanku. Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah dan perbaharuilah batinku, dengan roh-Mu yang teguh” (Mzm 51:11-12). Dan “korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk, tidak akan Kaupandang hina, ya Allah” (Mzm 51:19). Maka jika kita melakukan ini sebagai persembahan kita kepada Tuhan, itu membuat ”semuanya akan menjadi bersih bagimu” (Luk 11: 41) !
Mari kita jangan takut lelah berbuat baik, bukan agar dilihat dan dipuji orang, malainkan melulu demi dan untuk Tuhan, Dia yang melihat batin kita, dan Dia pula yang menopang dan memberikan kekuatan kepada kita. (TDU)
DOA: Tuhan Yesus, terima kasih atas penyertaan-Mu di dalam hidupku guna meluruskan cara pandangku.
JANJI: “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka” ---- Roma 1:19
PUJIAN: Sebagai seorang pengajar KEP, Bapak Toni Wahyu tetap gigih melakukan tugasnya. Dua hari baru saja dinyatakan ‘negatif’ dan sembuh, ia memberanikan diri ikut mengajar lewat ‘Zoom,’ sambil melanjutkan proses penyembuhan total. Dia menyatakan bahwa Allah hidup di dalam diri dia dan meneguhkannya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ