MEMBERIKAN YANG TERBAIK DARI APA YANG KITA MILIKI

13 October 2024

Minggu, 13 Oktober 2024

Keb. Salomo 7:7-11

Mazmur 90:12-13.14-15.16-17

Ibrani 4:12-13

Markus 10:17-27


“Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." --- Markus 10:27


SIKAP PERCAYA diri didasari oleh sesuatu proses yang panjang. Misalnya seorang feddriq leonardo, atlit panjat tebing Indonesia yang sudah berkali-kali memecahkan rekor, termasuk atas namanya sendiri. Ia berlatih dengan keras, aktif mengikuti  kompetisi di dalam dan luar negeri, Sehingga karakter juara ia miliki. Demikian pun dengan orang muda yang kaya itu. Sebagai penguasa di daratan tertentu, karirnya menjulang tinggi, reputasinya yang terukir indah dengan seluruh prestasinya dan kepedulian pada sesamanya menunjukkan ia pun seorang yang bermoral. Perawakan dan performanya tidaklah diragukan, sebab kekayaan yang dimiliki menunjang seluruh penampilannya yang tajir melintir. Hanya saja dalam kehidupannya ada sesuatu yang ia rasakan kurang lengkap. Maka ketika ia melihat Yesus, bertanyalah ia dengan penuh antusias. Percakapan orang muda dan Yesus, diwarnai pertanyaan Yesus tentang siapa dirinya, dijawablah dengan super pede bahwa dalam hubungan dengan manusia ia telah optimal menjalankan seluruh perintah Allah. Akan tetapi Yesus melihat dalam diri orang muda, ada sikap tinggi hati dengan apa yang telah dicapainya dengan mengtuhankan pencapaian itu. Oleh sebab itu, Yesus menegurnya dengan menyuruhnya menjual seluruh harta miliknya dan berbagi kasih kepada orang miskin.

Apa yang menjadi reaksinya pun sudah dipahami Yesus, sebab tidaklah mungkin bagi orang bisa langsung berubah, dari yang cinta akan harta dan kekayaan  secara tiba-tiba menjadi cinta akan Allah Bapa. Sebab itu tantangan yang ditawarkan Yesus, pastilah tidak dimanfaatkan oleh orang muda itu, sebab dia masih menomorsatukan harta dan kekayaannya atau ia menolak hidup kekal. Berarti pula, tidaklah mungkin ia bisa mematuhi perintah Yesus untuk berubah secara total, sebab bagi manusia hal itu tidaklah mungkin, namun bagi Allah segala sesuatu mungkin terjadi.

Pelajaran ini tidak berarti bahwa orang yang tiada memiliki harta seperti orang yang papa miskin mudah sekali memperoleh hidup kekal. Sebab yang dipandang oleh Allah adalah sikap hati, apakah dalam kesulitan dan penderitaan seseorang tetap setia memandang Salib dan memegang prinsip kebenaran.  Sebaliknya, orang kaya yang peduli pada orang lemah, miskin, marginal, disabilitas dan gangguan mental serta berusaha untuk melangkahkan kaki dengan mengunjungi mereka yang tersudut di penjara atau berbaring di rumah sakit, justru memiliki jaminan ia akan memperoleh hidup kekal. Sebab dalam peziarahannya, ia mampu menjadi saluran berat bagi yesus-yesus tersamar. Dan apa yang telah ia terima yang terbaik dari Allah dalam hidupnya, diwujudkan kembali dengan menyalurkan berkat yang berlimpah kepada sesama yang lemah, miskin, marginal, disabilitas dan mereka yang mengalami gangguan mental.

Akhirnya dapat dipahami bahwa kebaikan yang kita lakukan sebesar apapun tidaklah menjadi jaminan terhadap hidup kekal. Keselamatan yang kita terima adalah pemberian dari Allah.  Tugas dan perutusan kita adalah hidup taat dan selalu mengandalkan pokok Anggur, dan kita rantingnya. (Bonaventura Hermawan)

 

DOA: ”Ya Tuhan dan Allah kami,  Engkaulah Sumber Kasih yang senantiasa mengalirkan nutrisi pada ranting yang melekat pada Pohon kehidupan-Mu, teguhkan kami supaya menjadi ranting yang berbuah manis bagi sesama, Amin.”

JANJI: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” - Mazmur 90:12

PUJIAN: Santa Eustokia OSB, Pengaku Iman. Eustokia lahir sebagai anak haram seorang suster yang tergoda. Ia sering sakit dan kerasukan roh jahat. Tetapi karena berpegang teguh pada kerahiman Tuhan, lagi pula sangat sabar dan taat pada bimbingan bapa pengakuannya, suster di Padua, Italia ini menjadi suci. Jenazahnya tetap utuh sampai sekarang. Ia meninggal dunia pada tahun 1469.

 Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.