MEMBUAT  KEPUTUSAN – BUAH DARI DOA

28 October 2021

Kamis, 28 Oktober 2021

S.Simon & Yudas

Efesus 2: 19-22 

Mazmur 19: 2-5  

Lukas 6: 12-19

 

“Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih di antara mereka dua belas orang, yang disebut rasul”  Lukas 6:13

 

DALAM INJIL hari ini, dikisahkan Yesus berdoa:  “Pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah” (Luk 6:12). Itu Ia lakukan sebelum Ia memilih kedua belas rasul. Keputusan penting memilih ini merupakan suatu yang akan menentukan dan mewarnai karya-Nya selanjutnya. Itu adalah hal yang  maha penting, yang tak dapat diremehkan. Karena itulah Yesus berdoa sebelumnya, malahan semalam suntuk.

Mau tak mau kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan, yang harus kita lakukan. Keputusan pilihan itu akan berdampak luas dan mendalam untuk hidup kita dan juga keluarga, seterusnya. Mengikuti teladan Yesus, sebagai murid-Nya, kita berdoa; berdoa untuk mencari kehendak Allah, sehingga yang kita putuskan selaras dengan kehendak-Nya, yang kita pilih dari beberapa pilihan, adalah yang paling memiliki nilai lebih untuk memuliakan Tuhan. Dalam hal ini kita benar-benar harus serius.

Bisa saya kita mengalami kesukaran, tidak ada orang yang kita ajak berbincang dan menimbang-nimbang. Kita merasa sendirian. Tidak ! Kita tidak pernah sendirian. Tuhan selalu menyertai kita. Karena itulah kita berdoa sebelum mengambil keputusan. Saat-saat genting seperti itulah kita perlu berbalik menghadap Tuhan.

Tentu saja kita tidak hanya berdoa, kalau kita menghadapi masalah penting , karena ada yang harus kita putuskan. Doa bagi murid Yesus adalah bagaikan ‘nafas’. Kita bernafas agar kita tetap dan terus hidup, demikian pula ‘doa’, kita berdoa agar iman kita tetap dan terus hidup. Doa itu juga seperti ‘bumbu’ yang memberi rasa sedap pada sayur dan makanan. Demikian juga doa memberi cita-rasa dalam kehidupan. Doa juga pratanda bahwa kita-kita  milik Allah. Dan bila kita berdoa berarti kita dalam kontak berhubungan dengan Allah yang mahacinta dan mahatahu. Berdoa juga sebagai pratanda bahwa kita tidak sendirian dalam melangkah berjalan dalam petualangan hidup di dunia ini, hidup untuk memuji dan memuliakan Tuhan, hidup untuk melayani sesama kita, hidup untuk menjadi berkat bagi orang lain.

DOA: Tuhan semoga setiap pagi aku bisa memohon berkat-Mu untuk tugas-tugas yang hendak kujalani hari itu.

JANJI: “Tidak  ada berita dan tidak  ada kata, …tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi”  Mazmur 19:4-5

PUJIAN: Tentang rasul Simon dan Yudas Tadeus, praktis tak  ada berita dan keterangan tentang keduanya dalam Injil, kecuali sewaktu nama keduanya disebut sebagai yang dipilih menjadi rasul. Mereka seperti ‘pahlawan tak dikenal’. Dari tradisi, setelah Pentakosta, Simon mewartakan Injil di Mesir, sedang Yudas ke Persia. Keduanya wafat sebagai martir. [Oleh: Rm. Subroto Widjojo

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.